Ketika Nick sedang mandi itulah saat yang digunakan Ethan untuk berbicara pada Pedro. Ethan menyuruh Pedro duduk di kursi pantry dan memulai pembicaraan yang serius. Ia mengungkapkan rencana yang akan dilakukan oleh Reika sehingga membutuhkan bantuan Pedro untuk melindungi Reika. Sebenarnya Ethan yakin bahwa Pedro akan mengikuti perintahnya sebaik mungkin. Namun ada satu hal yang membuat Ethan ragu-ragu terhadap anak laki-laki berambut merah di depannya ini.
"Sekali lagi tolong ucapkan janjimu padaku," kata Ethan memandang Pedro tajam dengan kedua tangan dilipat di depan dâda.
"Aku berjanji tidak akan memberitahukan rencana ini kepada Nick." Sebuah janji dengan dua jari yang membentuk angka dua. Pedro sudah terlihat lebih serius untuk pengulangan janji yang kelima kalinya.
"Lalu apa yang akan kamu katakan bila Nick bertanya?"
"Aku membantu Keanu di bar karena Ethan ingin menemanimu belajar," kata Pedro setelah beberapa kali salah mengucapkan kalimat yang sudah disusun oleh Ethan. Pedro mengatakannya sambil membayangkan Nick di hadapannya sehingga bisa memperlihatkan dengan ekspresi yang sama selama bersama Nick.
Ethan mengangguk kecil sebagai tanda ia sudah cukup tenang dengan respon dari Pedro yang cukup menjanjikan kali ini. Sebelum Pedro melanjutkan kegiatan cuci piringnya yang tertunda ia melirik ke arah Ethan dan terdiam beberapa saat sehingga membuat Ethan memperlihatkan wajah bertanya-tanya.
"Ada apa, Pedro?"
"Bagaimana bila kami tertangkap Exterminator dan aku tidak berhasil membantu Reika?"
Tentu saja rencana cadangan sudah dipikirkan oleh Ethan dan dibahas dengan Reika dan Keanu. Namun Ethan terlihat ragu-ragu saat itu. Ia sangat tidak ingin berurusan dengan klub milik Irvine secara langsung namun tidak ada cadangan rencana lain selain dirinya harus turun tangan.
"Kamu atau Reika harus memberikan tanda padaku. Sebuah missed call dan aku akan langsung datang ke tempat kalian."
"Meninggalkan Nick sendirian di apartemen?"
"Tidak, aku akan akan meminta Near menemaninya sementara waktu."
Pertanyaan Pedro cukup sampai mengetahui bahwa Nick akan ditemani Near di saat Ethan akan turun tangan dalam rencananya. Ethan merasa lega karena bukan Olly yang bertanya saat ini karena Olly pasti akan mempertanyakan mengapa dirinya bisa semudah itu memberikan pengawasan Nick pada orang yang baru ditemuinya. Dan Ethan belum menemukan jawaban yang logis. Saat itu Ethan hanya berfokus pada rencana yang harus segera dilaksanakannya sehingga ia bisa mencari tahu tentang informan dari kerajaan yang telah dicarinya selama dua tahun.
Nick pun keluar dari kamar dan mendekati Pedro dengan santai. Baik Ethan maupun Pedro sudah melanjutkan aktivitasnya masing-masing di saat Nick berada di dalam satu ruangan yang sama. Tidak ada lagi percakapan mengenai rencana yang akan dilakukan nanti malam.
"Pedro, aku lupa menanyakannya padamu kemarin. Apakah kamu sudah memberitahukan saran dariku kepada Sasha?"
"Sudah, Nick. Ia bilang akan mengubah tata letak kedainya di akhir minggu nanti saat Olly tidak ada kelas."
Nick tersenyum dan menaikan jempolnya sebagai tanda sesuatu berjalan dengan baik. Lalu Nick pun melirik ke arah Ethan yang sedang memperhatikannya. Baru saja Nick membuka mulutnya untuk berbicara, sepersekian detik kemudian pikirannya sudah menahan gerakannya sehingga ia menutup kembali mulutnya. Nick terlihat seperti sedang menggigit angin di dalam pikiran Ethan.
"Tidak mungkin kan sekarang aku mengatakan pada Ethan kalau aku ingin membantu Sasha? Ethan pasti akan marah padaku. Bukan. Bukan. Bukan hanya marah tapi Ethan tidak akan membiarkanku bertemu dengan Near kembali," kata Nick dalam hati dan berkutat dengan pikirannya sendiri.
Setelah wajah menggigit angin, wajah Nick kali ini seperti seorang badut yang melakukan pantomim. Ethan mencoba menghapus bayangan badut dalam pikirannya lalu memicingkan mata pada satu-satunya gadis di ruangan itu. Pada akhirnya gadis itu pun merasa diperhatikan dan tersenyum gugup.
"Sepertinya kamu lebih mabuk dari aku yang sudah meminum alkohol."
"Hahaha…." Nick tertawa lalu mengalihkan pandangannya dari Ethan karena malu.
Setelah sarapan biasanya Ethan akan pergi mencari informasi mengenai kerajaan namun hari ini Ethan lebih memilih tetap berada di kediamannya. Ia hanya baru tidur kurang dari dua jam karena memikirkan rencana demi rencana yang akan dilakukan baik olehnya maupun oleh orang-orang terdekatnya. Termasuk memikirkan bagaimana cara menghadapi Nick di saat semua rahasianya terbongkar.
Ethan masuk kembali ke dalam kamar lalu melemparkan badan ke atas kasur yang masih berantakan. Ia membiarkan pandangannya tidak terfokuskan pada satu benda apa pun di atas langit-langit kamar dan kemudian semua yang dilihatnya pun menjadi samar-samar. Kini pikiran Ethan sudah mengambil alih indera penglihatannya. Walaupun matanya masih terbuka tapi pikirannya sudah menutup diri dari kondisi sekitar saat itu.
Selama ini Ethan merasa tidak perlu terlalu waspada terhadap pikiran Nick karena Nick belum mengetahui semua informasi tentang dirinya. Tapi Ethan yakin lamban laun Nick akan lebih tahu banyak hal daripada saat ini sehingga ia harus berpikir lebih keras mencari solusinya. Bahkan seorang Ethan yang biasanya mempunyai banyak akal dalam menyusun rencana, saat ini telah kehabisan ide. Pikiran Nick terlalu sulit ditebak oleh Ethan sehingga semua rencana sederhana tidak akan efektif.
Semua nasihat dari Olly dan Keanu terdengar kembali dalam pikiran Ethan. Perkataan mengenai seharusnya ia mengatakan hal yang sejujurnya pada Nick. Dua tahun lalu Ethan hanya menganggap perkataan itu sebagai gangguan kecil dalam hidupnya. Tapi semakin lama perkataan itu menjadi salah satu masalah besar yang membuat Ethan sulit untuk tidur dengan cepat.
Menyadari ada perubahan dalam dirinya sendiri membuat Ethan kesal sepanjang waktu. Ethan merasa dirinya menjadi semakin lemah karena berada di dekat Nick. Banyak prinsip hidupnya yang menjadi berubah sejak kehadiran Nick dalam hidupnya dan berulang kali ia melanggar batasan dirinya sendiri yang sudah diset sejak awal.
Salah satu batasan yang benar-benar telah dilanggar adalah fakta bahwa Ethan tidak mencari informan dari Kerajaan Alexandria dengan mencoba semua cara yang bisa dilakukan. Ia sudah merencanakannya dari awal apabila satu tahun tidak ada kabar apa pun ia akan langsung mendatangi Kerajaan Alexandria dan mengambil resiko untuk berkonfrontasi dengan pihak kerajaan secara langsung. Dua tahun berlalu tapi Ethan masih tidak melakukannya karena takut bahwa Nick akan pergi saat dirinya tidak ada.
Ethan merasa dirinya tidak mempunyai keberanian seperti dulu. Entah sejak kapan pikirannya dipenuhi oleh ketakutan-ketakutan yang sepele. Bagaimana bila Nick melihat dirinya membunuh orang-orang yang tak bersalah? Bagaimana bila Nick mengetahui rahasia yang selama ini ia sembunyikan? Dan bagaimana bila ia pulang ke apartemennya dan tidak menemukan Nick di sana?
Semua pertanyaan terlintas kembali di saat Ethan sedang sendirian seperti ini namun fisik Ethan tidak berhasil mempertahankan pertanyaan-pertanyaan itu. Rasa letih yang dialami Ethan membuat pikirannya lamban laun menjadi samar-samar hingga akhirnya terhenti. Setelah beberapa puluh menit memaksakan diri untuk membuka mata, akhirnya Ethan pun tertidur kembali.