Bila Nick mengatakan bahwa Irvine adalah seorang penyihir, Ethan mungkin masih bisa menahan rasa kagetnya. Namun mengetahui bahwa Irvine adalah pengawal pribadi Putri Charlotte membuat Ethan sangat syok. Bisa dibilang rencana terburuk yang pernah terpikirkan oleh Ethan adalah sesaat setelah mendengar informasi terbaru dari Nick saat ini. Serangkaian masalah yang belum terjadi berusaha dipecahkan oleh Ethan saat itu juga sehingga ia tidak merespon apa-apa selama beberapa menit setelah mobil terhenti.
Nick melambaikan tangan ke depan wajah Ethan namun tidak ada gerakan apa-apa kecuali kedua mata Ethan yang kadang berkedip. Nick menoleh ke belakang untuk mendapatkan jawaban dari sosok yang duduk di bangku belakang. Near membuka menggerak-gerakan tangan dan mulutnya seperti sedang berpantomim. Dengan tangan yang bergerak seperti moncong unggas di samping mulut, Near mengisyaratkan supaya Nick memulai pembicaraan dengan Ethan.
"Ethan, kamu tidak apa-apa?" tanya Nick sambil mencondongkan badan dan memiringkan kepalanya saat memandang Ethan.
Tiba-tiba saja wajah Ethan bergerak ke arah kanan sehingga membuat Nick agak terperanjat. Nick menarik badannya pada posisi tegak kembali lalu bersiap-siap mendengarkan perkataan Ethan. Ia juga sudah mempersiapkan diri apabila Ethan meneriakinya dengan pikiran : Aku sudah membayangkannya sepanjang perjalanan. Kamu pasti bisa lebih tegar kali ini, Nick.
"Ada berapa banyak mug berwarna hijau di tempatku?"
Pertanyaan dari Ethan membuat Nick langsung mengerutkan dahinya seketika. Perasaan takut berubah menjadi kebingungan. Nick bertanya-tanya apakah Ethan mengalami depresi akut sehingga mulai meracau tidak karuan. Namun Nick tetap menjawabnya dengan dua jari yang diangkat ke hadapannya.
"Kamu tidak suka warna hijau. Jadi aku dan Pedro hanya menggunakannya bila kamu tidak ada."
Setelah mendengarkan jawaban dari Nick, Ethan menoleh ke arah jok belakang. Tidak seperti Nick yang kebingungan, Near tampak siap untuk menerima pertanyaan.
"Berapa banyak potongan roti yang berada di mejaku saat pertama kali kita bertemu?"
"Kita bertiga tidak membeli roti di kafe tempat pertama kali kita bertemu. Kamu memesan kentang goreng dan Nick memesan pancake," jawab Near dengan yakin dan sedetil mungkin.
Mendengar jawaban dari Near barulah Nick mengerti bahwa Ethan sedang memastikan bahwa tidak ada penyusup yang sedang menyamar. Dan Ethan baru melakukannya sekarang karena ia baru ingin memulai pembicaraan dengan informasi terbaru mengenai Irvine sebagai pemicunya.
Ethan menghela nafas dengan keras begitu mengetahui jawaban yang diucapkan oleh Nick dan Near sesuai dengan ekspektasinya. Seharusnya Ethan merasa lebih lega karena kedua orang yang berada di mobilnya adalah orang yang ia kenal karena dapat menjawab pertanyaannya. Namun Ethan belum lega sama sekali. Ia menatap Nick dengan tajam.
"Apa yang kamu bicarakan dengannya?"
"Aku tidak mengatakan apapun tentangmu, Ethan. Aku tidak memberitahukan di mana kita tinggal. Dan aku juga tidak memberikan nomor teleponku," jawab Nick sambil melambai-lambaikan tangannya dengan wajah serius.
Akhirnya Ethan tersadar bahwa tidak hanya dirinya yang sedang panik, tapi juga gadis di depannya ini. Tingkah lakunya yang begitu aneh pastinya akan membuat Nick berpikir yang tidak-tidak. Pertama kali dalam beberapa jam yang intens, akhirnya Ethan mengeluarkan senyumannya. Ethan menepuk-nepuk kepala Nick sambil menghela nafas dengan keras.
"Maafkan aku telah membuatmu ketakutan."
"Ka...mu tidak marah, Ethan? Kamu pasti marah karen aku sudah memaksakan diri untuk ikut mencari Pedro dan aku pun menghilang."
"Apakah aku sudah bisa mendapatkan jawabannya? Atau aku harus menanyakan pada temanmu saja?"
Perkataan Ethan yang dingin pun kembali terdengar. Nick sedikit bersyukur bahwa Ethan tidak aneh seperti sebelumnya dan berucap seperti biasa. Namun setiap kali Ethan merespon emosi Nick dengan perkataan yang sinis, Nick menjadi sedikit kesal. Nick memajukan bibirnya dan memandang Ethan seperti anak kecil yang sedang merajuk.
"Baiklah...baiklah… aku akan menjawabnya. Katanya Irvine mengetahui identitas asliku dari mataku. Nama asli Irvine adalah Renzo Peruvian. Ia adalah keponakan dari Glazio Peruvian dan menjadi pengawal pribadiku…."
Prolog yang diucapkan Nick tidak menarik bagi Ethan karena ia sudah lebih dahulu mengetahuinya. Ethan sudah tahu bahwa semua anak keluarga Alexandria akan mempunyai seorang pengawal pribadi hingga ia sudah bisa menjaga dirinya sendiri. Setelah itu pengawal pribadinya bisa diangkat menjadi penasihat pribadi seperti yang dilakukan oleh Alice ataupun tidak seperti mendiang Raja Alexandria.
Pengawal pribadi anak-anak keluarga Alexandria harus berasal dari keluarga Peruvian karena keluarga Peruvian telah mengabdi pada keluarga Alexandria sejak jaman dahulu. Itulah mengapa Ethan begitu syok ketika mendengar bahwa Irvine berasal dari keluarga Peruvian. Saat menjadi pengawal Kerajaan Alexandria pun ia sudah tidak menyukai seluruh Keluarga Peruvian. Apalagi setelah mengetahui bahwa Peruvian berada pada daftar orang-orang yang mencurigakan pada rencana penyelamatan Putri Charlotte. Terlepas apakah Peruvian benar-benar terbukti ingin membunuh Putri Charlotte atau tidak, Ethan tetap harus waspada.
"... jadi seharusnya ia tidak bisa bertemu dengannya kembali apabila kamu tidak memperbolehkanku."
"Tentu saja ia bisa menemukanmu dengan mudah," kata Ethan melihat ke arah Nick yang terlampau polos di dalam pikirannya. "Kamu mengatakan nama samaranmu kan?"
"Ah.. bahkan nama lengkapku…"
"Bukan salahmu juga. Dia bisa saja memeriksa identitas kalian sebelum berbicara panjang dan hasilnya akan sama saja."
"Ah… iya… tapi aku tidak sadar bahwa ia akan dengan mudah menemukan kita…"
Nick tersenyum pasrah dan sedikit kecewa dengan pemikirannya sendiri. Lalu Ethan menepuk kepalanya sebelum kembali pada posisinya untuk menyetir. Suatu hal sederhana yang dilakukan oleh Ethan dan membuat Nick menjadi jauh lebih tenang. Mobil pun kembali dinyalakan dan Ethan melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan yang bahkan belum melampaui setengah jaraknya.
Percakapan mengenai kejadian di Time Pause berhenti saat itu sehingga tujuan Near untuk membantu Nick berbicara pun seakan tidak diperlukan lagi. Saat itu Near merasa seperti sedang melihat syuting film romantis dan ia berperan sebagai sekretaris bintang film yang harus selalu siap membantu para bintang film yang sedang memainkan perannya mereka masing-masing. Dan tugasnya hanyalah memberikan minuman pada bintang tamu saat haus ataupun mengelap keringatnya. Suatu peran yang tidak terlalu dibutuhkan.
Sepanjang perjalanan menuju Desa Kukree, masing-masing orang yang berada di mobil yang dikendarai oleh Ethan berpikir hal yang berbeda-beda. Ethan masih berpikir tentang masalah yang akan dihadapinya setelah mendapatkan informasi dari Nick. Nick sedang berpikir bagaimana caranya supaya pikirannya bisa menyerupai pikiran Ethan sehingga ia bisa bertindak dengan jauh lebih berhati-hati.
Sedangkan Near berpikir hal selain yang dipikirkan oleh Ethan ataupun Nick. Ia berpikir mengapa semua orang yang berada di dekat Nick adalah laki-laki dengan kemungkinan besar untuk menjalin hubungan khusus dengan Nick. Saat Nick menjadi Putri Charlotte, laki-laki yang paling dekat dengannya adalah dirinya seorang diri. Seakan berada di atas angin, Putri Charlotte yang menganggap bahwa kasta bukanlah segalanya membuat Near begitu percaya diri untuk mendekati tuan putrinya. Tapi anggapan Putri Charlotte pun berlaku setelah ia menjadi seorang bernama Nick. Nick sama sekali tidak peduli apakah Ethan, Pedro maupun Irvine mempunyai peran yang jauh berbeda dengannya.
Near baru menyadari sekarang bahwa ia tak lagi diuntungkan oleh pemikiran Putri Charlotte ataupun Nick yang menjunjung tinggi sebuah kesetaraan.