Ethan hanya terdiam. Tanpa menunggu jawaban dari Ethan, Irvine sudah mengambil tindakan lain. Ia mengambil pîstol dari balik jaketnya, mengôkang pîstol tersebut dan mengarahkannya pada kepala orang yang sedang diikat.
"Ternyata kamu membiarkan pelayan itu tetap hidup. Tidak kusangka seorang Skyf Oleander masih memikirkan hal sekecil itu."
Walaupun Ethan mempertanyakan hal yang sama pada dirinya sendiri tentang Ilona, namun saat ini bukan waktu yang tepat untuk terdistraksi dengan ucapan Irvine. Ethan mencoba mengamati sekitarnya namun tidak ada yang bisa digunakannya untuk menghentikan tindakan Irvine kecuali dengan berteleportasi.
"Sementara kamu berada di tempat gadis itu, anak-anak buahku sedang berada di tempat ini untuk menunggu aba-aba dariku. Awalnya aku ingin menghabisi orang ini begitu saja sebelum kamu datang karena aku sudah mendapatkan semua informasi tentang tuan putri. Tapi tiba-tiba aku mempunyai ide bagus. Aku juga ingin menguji di antara kita berdua siapakah yang lebih cepat untuk melakukan tindakan pada orang ini. Penghenti waktu? Ataukah teleportasi?"
"Aku tidak berminat untuk memainkan permainan denganmu sekarang."
"Ayolah, Skyf… sejak kecil aku selalu bertanya-tanya bagaimana bila aku berhadapan denganmu langsung. Kami begitu terobsesi mencari cara bagaimana cara mengalahkanmu. Keluarga Peruvian adalah orang yang paling mengerti tentangmu karena mereka benar-benar mempunyai semua data mengenai Skyf Oleander."
"Aku tidak tertarik mendengar ocehanmu."
"Percayalah. Aku tidak berhubungan lagi dengan semua Peruvian lain yang kamu kenal. Aku tidak tertarik dengan tujuan mereka yang absurd itu. Aku akan bertanya sekali lagi apakah kamu mau bekerja sama denganku?"
Ethan masih berusaha berhati-hati dengan semua ucapan dan tindakan Irvine. Bagaimanapun ucapan Irvine tidak ada yang bisa dipercaya. Irvine awalnya bersikap seakan ia tidak mengetahui kekuatan magis Ethan, padahal ia sudah memperhitungkan semuanya. Termasuk bagaimana cara kekuatan magis Ethan bekerja.
Pada awalnya Ethan sebenarnya memilih untuk langsung menyelamatkan laki-laki yang menjadi informannya dengan langsung berteleportasi ke arah si informan dan langsung berteleportasi kembali ke tempat lain. Namun Irvine sudah mengantisipasi rencana Ethan dengan menempatkan anak buahnya di sisi si informan sehingga bila Ethan membawa si informan untuk berteleportasi, maka Irvine atau anak buahnya akan ikut bersama mereka.
Setelah beberapa saat tidak ada respon dari Ethan, akhirnya Irvine pun menyerah untuk mengajak Ethan berdiskusi. "Baiklah. Bila kamu tidak ingin bekerja sama maupun bermain denganku, maka nyawa orang ini pun sudah tidak berguna."
Tepat setelah Irvine menyelesaikan kalimatnya, jari telunjuk Irvine pun menekan pelatuk pîstol. Bersamaan dengan gerakan Irvine, Ethan berteleportasi ke arah Irvine, memegang pistol tersebut dan tiga orang yang berada di ruangan pun menghilang. Menyisakan dua anak buah Irvine yang masih berada di tempat tinggal si informan.
"Dor!"
Suara tembakan pun terdengar di dalam sebuah ruangan karaoke yang sedang kosong tempat Ethan, Irvine dan informan yang masih terikat pada kursi berada. Ethan berhasil mengalihkan tembakan dari kepala si informan dan peluru pun menancap ke dinding ruangan. Lalu dengan cepat Ethan meninju kepala Irvine dengan siku kirinya sehingga Irvine terjatuh.
Untuk ketiga kalinya Ethan berusaha berteleportasi ke tempat lain di saat Irvine sudah melepaskan pegangannya dari badan si informan. Ethan berusaha meraih badan si informan dengan tangan kanannya, namun tiba-tiba saja gerakannya menjadi sangat lambat. Tangan Ethan hanya berada sepuluh sentimeter dari badan si informan, namun Ethan tidak bisa menyentuhnya dalam kurun waktu lima detik.
Waktu dihentikan dengan berlipat ganda oleh Irvine. Setelah Irvine menghentikan waktu pada dunia nyata, ia juga kembali menghentikan waktu pada dunia yang telah dihentikan olehnya. Hal tersebut membuat Ethan harus berusaha lebih keras untuk bergerak karena ia terkena dampak dari penghentian waktu ganda tersebut. Sementara Ethan berusaha keras mempersempit jarak antara tangannya dengan badan si informan, Irvine menggunakan waktu lima detik digunakan untuk menembakan peluru ke arah si informan.
Tepat saat peluru berhasil dikeluarkan dari muzzle pîstol, waktu kembali seperti sedia kala. Kali ini Irvine ditinggalkan sendirian di dalam ruangan karena Ethan dan si informan berhasil berteleportasi. Irvine langsung beranjak dari posisinya yang terjatuh di atas lantai dan mendekati dinding ruangan. Di saat yang sama juga terdapat beberapa orang yang memakai baju seragam yang sama memasuki ruangan tempat Irvine berada.
"Tuan… Irvine! Anda baik-baik saja?"
Irvine tidak menjawab pertanyaan dari salah satu pegawai di klub malamnya. Ia hanya tersenyum setelah mengetahui bahwa dinding ruangannya hanya mempunyai satu lubang saja.
Sementara itu Ethan berhasil membawa dirinya dan si informan ke gedung yang terbengkalai, tempat Nick dan Pedro biasa berlatih. Namun orang yang berusaha diselamatkan oleh Ethan ternyata tidak selamat dari tembakan Irvine yang tepat mengenai kepala. Dengan posisi yang masih duduk dan terikat pada sebuah kursi, kepala si informan pun terantuk ke samping dengan mata terpejam. Bahkan tidak ada satu kata pun yang bisa dikatakan oleh informan pada Ethan walaupun mereka sudah tidak dikelilingi oleh pihak oposisi.
"Argh!"
Ethan berteriak saat melihat salah satu harapan dalam rencananya sudah tidak bernyawa. Tidak ada yang mendengar teriakan Ethan di gedung itu. Hanya ada seorang makhluk hidup yang meluapkan emosinya di sebuah gedung atas rencananya yang telah gagal.
Setelah menghilangkan jejak dari fisik informan yang telah meninggal, Ethan pun kembali ke tempat tinggalnya. Suasana rumah susun berganti menjadi ruang karaoke lalu berganti menjadi sebuah gedung terbengkalai. Ketiga tempat yang disinggahi Ethan telah dilabeli sebagai ingatan yang buruk di dalam pikiran Ethan. Dan tempat terakhir yang disinggahi Ethan adalah tempat yang ia harap bisa memberikan sedikit rasa lega.
Ethan berdiri di samping pintu apartemen sambil melihat ke arah Nick yang sedang serius mencatat di meja pantry. Wajah Nick yang serius langsung berubah menjadi senyuman ketika ia menoleh ke samping dan mendapati sosok yang baru saja tiba. Dengan emosi yang sedang tidak stabil, Ethan pun melihat senyuman Nick dengan perasaan sedih. Secara otomatis Ethan mendekat ke arah Nick lalu memeluk gadis itu sambil memejamkan matanya.
"Ethan… kamu tidak apa-apa?"
Suara Nick membuat Ethan tersenyum getir. Sebuah kejadian yang dilabeli sebuah kegagalan oleh dirinya sendiri, membuat Ethan terus menerus mempertanyakan "Setelah kehilangan satu-satunya informan kerajaan, apakah setelahnya aku akan kehilangan gadis ini?"
Sementara itu Pedro yang sedang duduk di seberang Nick berdiri perlahan dan memilih untuk meninggalkan ruangan. Ia memasuki kamar Ethan dan membiarkan Ethan dan Nick berdua di dapur.
"Apakah rencanamu gagal, Ethan? Sepertinya hanya hal tersebut yang bisa membuatmu menjadi emosi seperti ini."
"Putri Charlotte.. izinkan aku memelukmu seperti ini beberapa saat saja."
Mendengar nama aslinya disebut, Nick semakin khawatir terhadap kondisi Ethan. Pada awalnya Nick ingin melihat wajah Ethan dan berusaha mengajaknya bicara. Namun ia tidak bisa menolak permintaan Ethan. Jadi Nick hanya bisa memeluk laki-laki di hadapannya sambil menepuk-nepukan tangannya ke punggung Ethan.