" Katakan padaku apa tujuan sebenarnya kau menjadikan aku seorang putri..?? Ayah ..? " Teriakan Vale membuat King Alfredo tersentak. King Alfredo hanya tersenyum dan merebahkan tangannya lebar-lebar kearah Vale. " Karena kau orang yang spesial. Dan disinilah kau Putri Hersh.." tapi jawaban itu tidak memuaskan hati Vale. Vale terus menatap King Alfredo dengan tajam.
King Alfredo hanya diam... " Kebubgkaman ini nantinya akan membunuhmu..." Jawaban Vale itu menghancurkan hati King Alfredo. Dengan tatapan sedih King Alfredo berjalan menuju Vale. Tetapi Vale menghunus pedangnya dan menghentikan King Alfredo.
" Semua ini tidak seperti yang kau pikirkan Vale. "
"Aku menyayangimu ayah dengan segenap hatiku. Beraninya kau memanfaatkan aku.."
" Awalnya memang itulah tujuanku."
Jawaban King Alfredo membuat hati Vale tersayat semakin lebar. Vale meneteskan air matanya didepan pria tua itu.
" Tapi sekarang aku menyayangimu lebih dari apapun.."
" Bohongggg...!!!" Potong Vale. Mata Vale memerah. Telapak tangan Vale mulai memanas sepanas suasana hatinya saat ini.
" Aku menyayangimu seperti anak kandungku sendiri.." tiba-tiba bola api melesat menggores telinga King Alfredo. " Diam....!!!" Suara Vale seketika berubah menjadi sedikit berat seperti suara laki-laki.
King Alfredo tersentak mendengarnya. " Hentikan semua omong kosong mu Alfredo.... Dasar tua bangkak... Kau tidak pernah mengasihiku... Kau membunuh ibuku, ibu kandungku. Kau sangat kejam!! Itu sebabnya tidak ada seorang putri yang mau menikahi mu....!!" Ucapan Vale itu sangat menusuk hati. Itu seperti bukan dirinya lagi..
Bola matanya berubah menjadi bola mata naga. Naga itu telah menguasai tubuh, dan amarah Vale. Kalungnya bersinar dan dari tangannya keluar sebuah sinar merah yang jelas bukan dirinya, menyerang King Alfredo. King Alfredo menghindar dengan sigap.
Setelah menyerang King Alfredo, Vale kejang-kejang, matanya menatap langit. Kukunya memanjang, ia berubah menjadi monster. Sosok Monster wanita itu seperti bukan Vale lagi. Ia menatap tajam King Alfredo. " Kembalikan putriku....!!!" Teriak King Alfredo. Monster itu berpaling sebentar lalu ia berteriak dengan sangat keras, teriakan nya membuat seluruh kaca dikamar King Alfredo pecah. " Akulah Vale.. Vale yang jauh lebih kuat dari yang kau duga. Vale yang sangat kuat.... Hatiku tidak akan pernah bisa hancur lagi. Aku seribu kali lebih kuat sekarang. Akulah Vale yang kau butuhkan untuk menjadi senjatamu. s*****a yang tak terkalahkan yang selalu kau inginkan. " Suara Vale yang berbeda berhasil membuat King Alfredo ketakutan setengah mati. " Tidak ada yang bisa menghancurkan ku lagi. Aku tidak terkalahkan..!!" Ucap sosok Monster itu sambil mengangkat kedua tangannya keatas.
Perlahan langit mulai gelap. Seluruh cahaya menghilang secara misterius. Sebuah petir menyambar sosok Monster itu. Disertai dengan awan gelap yang mengelilingi Monster itu seperti badai. Badai itu membawa batu-batu dinding istana. King Alfredo kebingungan dan mengambil kesempatan ini untuk lari.
Ia melihat seluruh istananya hancur karena badai itu. Kegelapan melanda seluruh Hersh.
.........
Booommmmm....!!!! Ledakan besar terjadi tepat di depan mata King Alfredo.. asap putih menutupi sosok dibaliknya. Monster itu berubah menjadi sosok wanita hitam, berkuku panjang dan berambut putih. Bukan dia bukanlah Vale. Ia adalah monster. Monster itu menatap King Alfredo degan sinis dan tersenyum licik.
Monster itu menebaskan tangannya kearah King Alfredo. Wushhhhh King Alfredo terpental menabrak pohon besar. King Alfredo sudah tidak bisa bangun lagi. Dan Monster itu berdiri dihadapan King Alfredo.. " bukan aku bukanlah Valientine Rosetta... Aku bukanlah kekuatannya. Aku akan membunuhmu alfred tua..!!" Serunya.
.........
Tetapi tiba-tiba kalung amethys Vale bersinar dan naga itu keluar dari kalung itu. Naga itu melindungi King Alfredo dan mengaum keras-keras sehingga Monster perempuan itu mundur beberapa langkah. Dennish yang baru kembali dari desa, ia langsung berlari menolong King Alfredo.
Naga itu menebas monster itu dengan ekornya... Tapi Monster itu berhasil menahanya. Tidak berhenti sampai disitu, .Monster wanita itu mengeluarkan petir-petirnya. Tetapi ia tidak berhasil melukai Naga Vale. Sebaliknya naga itu berhasil mencengkram si monster dan membawa Monster itu terbang dan menjatuhkannya dari ketinggian , tetapi si monster tidak dapat mati malah tanah tempat ia jatuh ketanah, tanah disekitar nya sampai retak karena kekuatan Monster itu.
" Naga jelek...!!! Kau tidak bisa mengalahkan aku. Aku adalah iblis..!!" Teriak wanita itu..
Jlebbb...!! Tiba-tiba sebuah pedang menusuk wanita iblis itu dengan pedangnya. Dennish sangat terkejut wanita iblis yang ada dihadapanya tidak merasa sakit sedikitpun. Ia malah menebas Dennish hingga Dennish terluka parah. Wanita itu menatap Dennish dengan senyum licik. "Aku tidak bisa mati bodoh..!!! Jika kau membunuhku dalam tubuh ini kau malah akan membunuh Vale." Serunya pada Dennish yang merintih kesakitan.
Tubuh si iblis kembali tertangkap oleh Naga, dan dengan kekuatan mistisnya sang naga berhasil mengeluarkan roh iblis dari tubuh Vale. Roh itu entah pergi kemana tetapi Vale tetap pingsan di dekapan kaki naganya.. setelah mendaratkan Vale naga itu mengembalikan kesadaran Vale dengan kekuatannya, dan kembali ke dalam kalung Vale.
Telinga Vale berdengung keras membuat kepala Vale pusing. Ia mencoba berdiri dan menyeimbangkan dirinya. Sontak ia melihat istana Hersh separuh hancur dan semua pelayan istana dalam kepanikan mereka. Ia melihat Dennish dan King Alfredo tergeletak tak berdaya diatas rumput yang hampir semuanya hancur tidak karuan. " Apa yang terjadi?" Tanya Vale dalam hati.
-----------------
Asap hitam berlarian menuju istana Elisa. Asap itu berubah menjadi sosok wanita, wanita dengan jubah hitam yang sama yang memberi kekuatan pada Elisa diruangan gelap penuh kristal. Wanita itu tersungkur dihadapan Elisa, ia memegang jantungnya yang berdegup kencang, sambil terengah-engah. Ia memegang perutnya yang terluka, dan terus mengucurkan darah.
Elisa menghampiri wanita itu dan melihat keadaannya, ia menggendong wanita itu dan membawanya sebuah kamar kecil, didekat kamarnya. Ia menidurkan tubuh wanita itu dangan lembut dan menyembuhkan luka diperutnya dengan kekuatannya.
Wanita itu merintih kesakitan dan terlelap sebentar. Elisa melihatnya tertidur ia langsung berpaling pergi. Tetapi tangan halus wanita itu menahan tangannya, Elisa memalingkan wajahnya sebentar dan kembali berdiri di sampingnya.
" Tetaplah disini...." Bisik wanita itu..
" Aku sangat mencintaimu Elisa untukmu aku kembali dari kematian. Jangan kau berpaling dariku." Bisiknya lagi. Elisa hanya menatapnya dengan wajah datar.
" Lihat apa yang terjadi ketika kau bebas?!" Tegur Elisa. Semuanya terdiam sejenak. " kau bukan untukku Selin, kau adalah iblis dan aku aku adalah penyhir, penyihir yang sangat jahat...
Lalu Selin menarik tangan Elisa dengan kuat dan mengecup bibir Elisa dengan lembut. " Aku tidak peduli, aku ingin bersamamu. Biar aku tertusuk seribu kali pun.." Bisik Selin sambil terus mengecup bibir Elisa.
Elisa terlena dengan ciuman itu, ia sangat menikmatinya dan....
------------