"Kak Dita! Bagaimana?!"
Dita tidak menjawab sama sekali, dia hanya menatap putri kecilnya yang tidak memiliki jiwa, mereka bingung harus bagaimana. Hingga Dita ibunda dari bayi kecil itu mendapatkan pesan dari mimpinya, menyuruhnya untuk dibawa ke sebuah gua yang didalamnya terdapat roh bulan.
"Kau yakin?!"
"Saya yakin! Saya akan melakukan apapun untuk anak saya!"
"Baiklah, taruhlah bayi ini didalam kolam itu"
"Baik, dewa!"
Dita berjalan menuju kolam yang dimana terdapat dua ikan yang hidup air kolam itu jernih, lalu Dita menghanyutkan bayinya dan berjalan mundur lalu berdiri diam menatap putrinya yang mengapung dikolam itu. Sebelumnya rambut bayi itu sangat tebal dan juga halus seperti jaring laba laba, Dita melihat perlahan rambut bayinya silver putih mirip sekali dengan Freya bibinya.
Dita mengajarinya tentang budaya dan keragaman di Indonesia, mereka selalu bersama hingga Dita mengembuskan nafas terkahirnya bersama dengan neneknya.
Dita dan sang nenenk mati terbunuh akibat perbuatan saudarinya sendiri. Saksi mata kejadian itu tidak lain tidak bukan gadis yang belia mengintip dari jendela dengan wajah datar dan langsung menutup jendela itu. Yeah, gadis itu sudah keluar kamar saat sang ibu menghembuskan nafas terkahirnya.
Tidak ada ekspresi dari wajah gadis kecil itu, dia hanya memandang datar dan diam bak patung. Gadis itu tidak berkutik, Abdul memeluknya sambil menenangkan hati putri sambungnya, jujur Abdul merasa tubuh putrinya terasa sangat dingin, dia mencoba memberi sedikit kehangatan untuk putrinya.
Gadis itu melepaskan pelukan sang ayah dengan paksa, dan langsung berlari meninggalkan tempat terakhir sang ibu. Entah ingin kemana namun Abdul mengejar putrinya hingga Abdul melihat putrinya sedang berdiri dipembatas balkon dan menatap Abdul yang berlari untuk menyelamatkan putrinya yang menghenpas kan dirinya ke dalam air. Semua keluarga pun langsung berlari, Esmehan menggunakan kekuatannya untuk melindungi gadis itu namun sayang gadis itu sudah terjatuh kedalam air dan sudah terbawa oleh ombak yang kencang.
"Nayla!!!"
"Nay!!"
"Apa yang terjadi?! Kenapa kalian semua diam?!! Cari Nayla hingga ketemu aku menunggu kabar itu!!!"
"Ravenna, tenanglah!"
"Bagaimana mau tenang?! Dia terbawa oleh ombak, entah apa yang ada didalam laut!! Aku khawatir itu!!!"
"Sekarang cari!!!"
Ravenna benar benar marah sekali, dia mondar mandir tidak jelas. Freya adik Ravenna mencoba untuk menenangkannya, mereka semua khawatir, apakah dia baik baik saja? Atau sudah menghilang?.
Pikiran mereka sudah melayang kemana mana, mereka semua panik dan tidak bisa berpikir positif, hingga Abdul, Elizabeth, dan Esmehan menuju kamar Nayla mereka melihat kamar Nayla tertutup oleh banyak benang merah yang menutup akses jalan dan keluar dari kamar Nayla.
"Benang merah dari mana ini?"
"Kenapa aneh sekali?!"
Mereka membukanya dengan pisau yang mereka bawa, namun benang itu tidak terputus dan malah pisau mereka patah. Hingga Vandora menemukan sebuah keris yang terukir sebuah sihir, Vandora pun langsung menusuk benang merah itu dan terbuka lah kamar Nayla.
Mereka masuk kedalam dan mencari sesuatu namun hanya banyak benang merah yang menutupi seluruh isi kamar Nayla. Abdul mulai menggunakan keris itu untuk membuka laci kamar Nayla, dia melihat foto yang begitu tidak asing.
"Apa ini?"
"Ada apa Abdul?"
"Aku menemukan sebuah foto yang aneh, buku milik siapa ini?! Kenapa laci Nayla banyak sekali buku, dan lainnya"
"Coba kau baca!"
"Lebih baik kita kasih kepada penasihat saja! Apakah ini ada hubungannya dengan Dita?"
"Kau benar! Cepatlah bawa itu ke penasihat! Aku akan mengechek lagi bersama dengan Esmehan dan Elizabeth!"
Tanpa banyak basa basi Abdul segera menuju ketempat penasihat itu berada. Sedangkan Vandora, Esmehan, dan Elizabeth mencari cari beberapa benda yang berada diruangan Nayla.
"Elizabeth! Apakah kau menemukan sesuatu?!!"
"Ada sebuah buku! Kita kumpulkan saja!"
"Apa yang kau dapat Esmehan?!"
"Sebuah kertas! Dan sebuah gambar!"
"Bagaimana denganmu?"
"Aku mendapatkan sebuah perhiasan milik Dita dan juga semua barang Dita, memang dia mewariskannya kepada Nayla. Sebaiknya kita bawa saja!"
"Ayo!!"
Mereka pun pergi menuju ketempat Abdul berada, mereka terus berlari untuk keruangan penasihat itu. Setelah sampai mereka segera menaruh barang barang itu dan mendekati Abdul yang terduduk sambil menutup wajahnya. Mereka menanyakan kepada Abdul.
"Ada apa denganmu?"
"Abdul! Jawab!"
"Nayla.."
"Kenapa? Apakah baik baik saja?!"
"Nayla... dia..."
"Dia..."
"Anak gadismu akan dibunuh oleh salah satu dari kalian! Dia akan bernasib sama seperti mendiang ibundanya. Tetapi gadis ini akan mengubah takdir keluarga kalian, dan juga orang sekitar. Tapi entahlah... gadis ini tidak bisa saya terus telusuri karena dia dijaga oleh sesuatu! Apakah kalian ingat siapa yang menjaga?"
"Aku lupa..."
"Kau ingat? Salah satu saja"
"Oh! Nayla dijaga oleh roh bulan!"
"Hm.. roh bulan.."
"Apakah saya tidak salah dengar?"
"Tidak, Nayla dijaga oleh roh bulan"
"Saya percaya akan hal itu. Dugaanku selama ini benar!"
"Memangnya ada apa?"
"Tetapi saya tidak berani untuk mengatakan ini kepada kalian, ini sangat sensitif sekali. Tetapi bila kalian memaksa sebaiknya kalian mencarinya dibuku yang ini!"
"Buku ini?"
"Yeah, buku sakral ini"
"Bacalah"
Vandora membaca buku itu dengan suara, semua orang mendengarkan cerita buku itu. Hingga Abdul sadar dan dia segera mengambil perhiasan milik Dita yang dipakainnya setiap hari.
"Aku tahu! Apa yang dimaksud oleh buku ini!!"
"Kalau begitu kami kembali! Terima kasih sudah membantu kami!"
"Haha, sama sama. Saya senang anda datang kepada saya"
Abdul dan ketiga adik iparnya pun berlari kembali ke kastil, mereka terus berlari hingga mencapai disebuah koridor yang banyak sekali tertutup oleh benang merah. Vandora menduplikat keris itu untuk dibagi ke yang lain, saat mereka masuk. Mereka melihat banyak sekali barang barang yang tidak terpakai dan tidak digunakan.
"Ini akan lebih rumit lagi!"
"Disana kuncinya!"
"Hah?!"
"Ikuti aku saja!"
"Apa yang kau maksud Abdul?!"
"Kau tidak tahu?!"
"Tidak!"
"Ini sangat gampang! Aku harus menelphone yang lain untuk membantu kita"
"Kami yang akan mencari barang yang mungkin penting!"
__________