Dalam sekejab "KALAM" sudah berada didepan,dan memapah "DRAKA' menuju kembali ke kampung bunian untuk mengobati luka diseluruh tubuh "DRAKA".
Setelah siuman 'DRAKA' menceritakan smua perihal yang ia alami dan "KALAM" mendengarkan dengan seksama dan coba menghibur agar "DRAKA" tidak terlalu larut dalam kesedihannya terlalu dalam.
Setelah sembuh "KALAM" memberikan pelatihan teknik berperang dengan ilmu magic,karena ia tergolong mahir dengan cepat bisa menguasai semua ilmu yang "KALAM" ajarkan kepadanya.
Jurus demi jurus,teknik demi teknik selalu ia berlatih setiap hari sehingga ia sangat mengusainya.Hingga pada akhirnya tiba waktu "DRAKA" untuk mohon diri kembali ke kampung halamannya di "SABRON'. Dan "KALAM' meminta agar ia dan para pasukannya diijinkan ikut dalam melakukan pembebasan anaknya dan "DRAKA" menyetujuinya.
berangkatlah mereka semua menuju desa "SABRON' dengan membawa peralatan perang yang sangat istimewa sesampainya di desa'SABRON" mereka beeistirahat dan ke esokan harinya mulai membenahi keadaan desa tersebut dan membuat benteng pertahanan yang lebih kuat dibanding yang kemaren.
Para penduduk mulai dilatih kembali teknik berperang dipadu dengan ilmu megic yang diajari oleh "KALAM' sehingga selain menguasai teknik pwrtempuran fengan s*****a mereka juga menguasai tenik pertempuran secara megic dan pembuatan jebakan-jebakan di buat lebih banyak di ujung desa terutama di jalan masuk desa serta pasukan pengintai dan pemanah juga disiagakan di swtiap ujung desa.