Toni yang tetap bersikukuh untuk meminta Sekar meninggalkan rumahnya tanpa sang anak. Akan tetapi Sekar tak menurutinya begitu saja. Dia masih ingin agar usahanya bisa mendapatkan sebuah hasil yang diinginkan.
“Pergi dari rumahku, Sekar. Pergi sekarang!”
Suara Toni menggelegar begitu sangat keras. Dia tak lagi memberikan rasa kasihan kepada Sekar. Apa yang dikatakannya adalah keputusan final. Toni masih akan merawat anak bayi yang dipanggilnya Pras itu.
“Toni, biarkan Sekar membawanya, aku tidak mau kita kerepotan dengan bayi itu.”
Suara Fani tiba-tiba menyertai tatapan Sekar yang terus tertuku pada Toni. Lalu dia beralih untuk menatap Fani yang sedang berdiri dengan garangnya.
Sedangkan Toni mendadak dirinya begitu ragu dengan apa yang dikatakan oleh Fani. Toni yang masih mendekap Pr