Victor
“Ini benar-benar di luar rencana.”
Sejak tadi, Ibu terus mondar-mandir gelisah,menggigiti kukunya dan berdecak tak sabar. Balairung sudah kosong sejak beberapa jam yang lalu, dan sudah lebih bersih. Namun tampaknya keadaan sekeliling yang rapi tak lantas membuat suasana hatinya membaik.
Dan sebenarnya, dia benar. Ini memang jelas-jelas di luar keinginan kami. Rencananya tidak begini. Terlalu yakin bisa dibilang tindakan bodoh, tetapi aku merasa keputusanku tepat. Aku tahu rencana Theodore dan kumpulannya, dan seharusnya itu sudah cukup menjadi pegangan untuk mengatur rencana bersama Ibu.
Damai.
Agak sulit awalnya untuk menahan diri tidak tertawa dan terkejut dengan tujuan mereka. Bahkan, merebut mainan anak kecil lebih masuk akal ketimbang itu. Entah sejak kapan terakhir kali a