Alrisha
Aku tidak ingat seberapa jauh persisnya jarak yang kutempuh dari rumah sampai menyeberang ke Kerajaan Matahari. Menghitung sama sekali tak berada dalam pikiranku kala itu. Aku perlu bertahan hidup, dan tiap detiknya terlalu berharga untuk dilewatkan dengan menghitung langkah.
Sebenarnya, sekarang pun sama. Aku jelas harus berusaha keras supaya tidak kehilangan nyawa di tempat ini. Namun, kondisi kakiku membuatku mau tak mau bertanya-tanya seberapa jauh lagi tujuan kami.
Itu pun jika kami memiliki “tujuan”. Aku bahkan ragu jika bangunan yang menanti di ujung sana masih bisa disebut sebagai “rumah.”
Terlalu lelah membuatku hanya bisa pasrah. Entah sudah berapa lama kami berjalan, hingga akhirnya aku menemukan tangga yang sudah agak berkarat di dekat pinggiran gua berdinding ba