Sempat ‘menjadi’ Raja Aeradale membuat pria itu semestinya terbiasa menerima penghormatan semacam ini—bertelut di bawah dua kakinya. Namun, ia kini bungkam seribu bahasa dalam ketidakmengertian. Reeval sedikit teralih atensinya pada jemari mungil Arcaviel yang meremas atribut pelindungnya secara tanpa sadar, tampak sama bingung dengan pria bernetra hitam itu.
“Apa maksud—”
“Oi, Durant! Kami menemukan tiga penyusup sekaligus.”
Suara maskulin bernada monoton seperti tanpa minat itu berhasil membungkam bibir Reeval telak. Ia memproses sejenak kalimat itu dalam benaknya. ‘Tiga’ penyusup? Intuisinya tidak enak. Maka dari itu, Reeval—serentak dengan gadisnya—lantas melongok ke balik pundak, menujukan pandangan ke arah datangnya suara di beberapa meter belakang mereka.
“He? Kenapa para kakak