Si pemuda bermana ilusi kaget saat kisah lama dapat mengalir sedemikian licin dari mulutnya sendiri. Ignacio selama ini bukan seorang pemapar baik, tetapi kekuatan dari segala timbunan emosi pemuda itu membuatnya becus untuk bercerita sebaik itu. Saat ia sudah memasuki akhir pemanggilan memori dari insiden lampau, Ignacio baru kembali menjadi dirinya sendiri.
Lidah Ignacio terasa kelu. Gelagat tubuhnya sedikit tegang, ironisnya gemuruh di dadanya kini sudah terasa jauh lebih lega. Setengah beban pemuda itu sudah terangkat tadi. Namun, setengah bebannya lagi masih berada pada si gadis bersurai cokelat pirang yang saat ini bersemuka dengannya. Tanpa ada ditutupi lagi, asal muasal kebencian Ignacio terhadap para kaum bermana hitam telah didengar saksama oleh Arcaviel.
Dan Ignacio tidak ber