Siang itu matahari begitu bersahabat hingga tak enggan memancarkan cahayanya yang begitu terang dan menyilaukan. Peluh-peluh mulai mengalir dari dahi pria-pria yang sedang beradu kemampuan di luasnya lapangan berlatih kekaisaran Thymur.
"Ingin mencoba?" tanya Trugeris pada Vizena yang bersandar pada sebuah tiang di pinggir lapangan. Sejak awal latihan itu dilakukan, Vizena sudah mengambil tempatnya dan memperhatikan gerakan petarung-petarung itu..
"Thymur memiliki petarung yang hebat." ujar Vizena.
"Kau ingin berlatih?" Trugeris memperjelas pertanyaannya. Melihat Vizena yang terus memandangi para pertarung itu, dia tahu jika gadis itu rindu menggunakan pedangnya.
"Tentu saja, jika kau mengijinkannya."
"Hanya gerakan dasar saja, kau tidak boleh terlalu lelah. Mengerti?" ujar Trugeris.