“Jangan bergerak!”
Sebuah cubitan terasa pada pinggang Zaviest ketika dia menggeliat karena merasakan sengatan yang di rasakan oleh luka sabetan pedang di punggungnya. Vizena sedang mengoleskan sebuah salep yang berasal dari herbal, dia sendiri yang mencari tanaman herbal itu ke hutan di dekat benteng dan menumbuknya hingga menjadi salep untuk luka Zaviest. Sama sekali tak membiarkan siapapun menggantikan tempatnya untuk memberikan perawatan kepada Zaviest.
“Sangat perih, bisakah kita melewatkan bagian ini?” rengek Zaviest bak anak kecil karena sudah tak tahan lagi merasakah perih yang menjalar di sekitar punggungnya.
“Maka dari itu, jangan bergerak Yang Mulia atau kau akan merasakan perihnya lebih lama.” terang Vizena yang menahan geramnya karena tingkah Zaviest seperti anak kecil saja