“Harusnya kau naik kereta,” Leoxard terus saja mengomel sepanjang perjalanan mereka yang telah berhari-hari itu. Terus mengomentari apa yang seharusnya digunakan oleh Vizena, apa yang seharusnya dilakukan oleh adiknya. Segala hal yang bisa dia jadikan bahan omelan akan terlontar dari mulutnya dengan sangat lancar.
Mendengar omelan dari Leoxard hati Zaviest pun merasa seperti tersentil, seolah-olah omelan tersebut ditujukan untuknya dan bukan untuk gadis yang berkuda disampingnya. Berkali-kali juga Vizena berusaha mengatakan pada Zaviest bahwa itu adalah kebiasaannya, ini sangat meyakinkan sekali bahwa sebenarnya Leoxard menyindir Zaviest secara halus.
“Kau berkuda saja denganku.” kata Zaviest setelah lama dia diam dan mendengarkan.
“Sama saja,” balas Vizena dengan suara yang pelan, “Ken