Pagi-pagi benar, Amel mengendarai mobil sendirian dari Bandung menuju ke Jakarta. Semalam Laras menelepon dan meminta Amel untuk pulang. Awalnya Amel menolak karena enggan bertemu dengan Jonathan, tapi Laras tidak mau mendengarkan bantahan Amel dan tetap ngotot memintanya untuk pulang. Akhirnya dengan setengah hati, Amel pun memutuskan untuk kembali.
Begitu tiba, Amel turun dari mobil dan bergegas masuk ke rumah, serta mencari Laras yang ternyata berada di kamar. Amel masuk dan melihat ibunya sudah berdandan dengan rapi. “Mama mau ke mana?”
“Nggak ke mana-mana Lia. Kapan kamu sampe?”
“Barusan,” sahut Amel. “Mam, kenapa Amel disuruh pulang sih?” Amel duduk di tepi tempat tidur dan memandang ibunya yang terlihat sedikit gelisah.
Laras menatap Amel dengan seksama, dan melihat putrinya tam