“Good morning,” sapa Jonathan saat Amel membuka matanya.
Amel terkejut saat menoleh ke samping, dan tampak Jonathan tengah menatapnya intens. Dia buru-buru menarik selimut untuk menutupi wajahnya yang merona, apalagi Jonathan tidak mengenakan atasan. “Kenapa ngeliatin gua kayak gitu? Kenapa juga nggak pake baju?!”
Jonathan terkekeh mendengar pertanyaan Amel yang terasa lucu di telinganya. “Aku boleh minta tolong nggak?”
Amel menurunkan selimut sebatas mata dan menatap Jonathan. “Apaan?” Hatinya menebak-nebak kira-kira apa yang akan ditanyakan oleh Jonathan.
Jonathan mengulurkan tangan kiri dan merapikan anak rambut Amel dengan lembut. “Boleh nggak mulai sekarang jangan ngomong gua elo lagi ke aku?”
“Tapi susah Jo, udah kebiasaan.”
“Dicoba ya pelan-pelan, mau kan?”
“Eng …, baiklah