Amel terdiam saat mendengar suara yang dikenalnya. Suara orang yang sangat dirindukan dan selalu membuat dirinya merasa aman.
“Ini aku Mel,” ulang Jonathan lembut.
Mendengar suara Jonathan yang jelas nyata, membuat Amel menghentikan perlawanan. Rasa lega, aman, dan bahagia bercampur jadi satu dan membuat tangisnya pecah seketika. Amel menangis sejadi-jadinya, meluapkan semua rasa yang ditahannya selama dua hari ini.
Melihat Amel sudah tidak meronta, Jonathan menurunkan istrinya dan langsung memeluknya dengan erat.
“Kamu ke mana aja? Kenapa nggak nyari aku? Kenapa nggak tolongin aku? Kenapa bisa ada di sini?” ujar Amel dalam pelukan Jonathan.
Jonathan mengangkat wajah Amel dan merangkumnya dengan lembut. Dia mendekatkan wajah, kemudian mengecup kening Amel. “Kamu tenang dulu ya. Nan