Belum sempat Lunar berpikir, puluhan pedang berwarna ungu telah terbentuk dan mengapung di udara, mengelilingi dirinya dan Mae, bergerak-gerak menunggu perintah dari Darlz Lithar.
“Sudah saatnya kuakhiri.” Darlz Lithar mengayunkan tangan kanannya ke samping. Lalu, dengan cepat pedang-pedang yang mengelilingi Lunar dan Mae melesat kea rah mereka. “Matilah!” teriak Darlz Lithar penuh kemarahan.
Mae membuat kubus es untuk melindungi dirinya dan juga Lunar dari serangan bertubi-tubi puluhan pedang Darlz Lithar. Namun, baru menahan beberapa pedang pertahanan kubus es Mae langsung tertembus. Dengan cepat Mae membentuk kubus es berlapis untuk menahan serangan pedang Darlz Lithar. “Kekuatan s erangannya tak masuk akal!” Mae mengernyitkan dahinya. Dan, dalam sekejap pertahanannya langsung dihancu