Semua Arz yang ikut dalam misi itu mematung, memandang ngeri pintu masuk terowongan bawah tanah yang tertutup kabut berwarna ungu, debu pasir menggulung-gulung menambah kesan misterius tempat yang akan mereka masuki.
Monster-monster Darlz yang berada di luar terowongan telah mereka kalahkan, tetapi energi negatif masih terasa sangat kuat. Sesekali udara dingin menembus jaket Arz berwarna hitam yang mereka kenakan. Debu-debu pasir dari gurun telah membuat jaket hitam itu menjadi sedikit kotor, begitu juga dengan wajah-wajah mereka.
Lunar ada di bagian belakang barisan Arz, memegangi pundak Mae dan Ava sedikit kehilangan nyali saat udara dingin menerpa keduanya. “Kalian sudah siap?” tanya Lunar dengan lantang.
Mae hanya mengangguk, matanya memandang lurus ke depan, dan tangannya mencen