Kali ini di jalan yang mereka lewati tidak terlihat adanya tanda-tanda terdapat mineral, hanya jalan berbatu berwarna coklat gelap dan dinding dengan warna sama. Cahaya merah itu menjadi penerang terowongan bawah tanah yang gelap, memuat semua menjadi jelas terlihat, termasuk kabut ungu yang berubah warna dan juga debu-debu yang bergulung-gulung ketika mereka lewat.
Sama seperti sebelumnya, jalan itu sangat sunyi, hanya terdengar langkah kaki yang menjadi berirama bersamaan dengan suara meriam yang terpaksa melintas di jalan berbatu. Sesekali mereka harus mendorong meriam itu untuk melewati batu-batu, membuat alat itu terguncang-guncang.
Cahaya merah terlihat semakin terang dan tiba-tiba Lunar menangkap sepasang mata bercahaya merah di langit-langit terowongan, di ujung jalan yang mereka