Untuk Abel, panti asuhan adalah tempat ternyaman selain atap gedung sekolahnya. Rumah kedua yang justru membuatnya lebih merasa nyaman, ketimbang rumah pertamanya. Di sana, ia diterima bukan hanya sebagai seorang tamu, tapi juga saudara. Bu Dona sama sekali tidak membedakannya dengan Ardan atau anak-anak panti yang lainnya. Anak-anak panti juga menyambutnya dengan sangat hangat. Mereka menyayanginya sama seperti mereka menyayangi Ardan.
Di panti, Abel menemukan sebuah keluarga yang selama ini diimpikannya. Anak-anak panti menjadi obat yang sangat ampuh untuk mengobati sedikit rasa kesepiannya. Berada di panti terlalu menyenangkan, sampai Abel rasanya ingin menetap di sana.
Dipandanginya terus bangunan panti yang kini berada di depannya. Sembilan anak-anak panti yang sudah begitu akrab de