Ardan tidak pernah merasa khawatir dengan Abel. Gadis itu tangguh. Itu yang ia tahu. Abel selalu ceria di segala suasana, mudah membaur dengan sekitarnya, dan yang terpenting, Abel tidak pernah mengeluh padanya. Tapi kali ini berbeda, sejak kemarin Abel terlihat agak murung. Meski tidak mengatakan apa-apa, di wajahnya tergambar bahwa Abel sedang tidak baik-baik saja. Ardan tidak tahu masalah apa yang sedang dihadapi oleh Abel, tapi perubahan pada gadis itu terlalu kentara, membuatnya cemas bukan main.
Tatapan Ardan mengarah pada Abel yang tengah bermain dengan anak-anak panti. Gadis itu tampak tertawa berkali-kali. Memperlihatkan hasil jepretannya pada anak-anak. Bukan hanya sekali Abel memotret anak-anak panti asuhan dengan ponselnya. Itu sudah sering terjadi. Biasanya esoknya Abel akan