Ardan mengamati gerbang itu dari seberang jalan. Banyaknya siswa yang keluar dari sana membuatnya agak kesulitan, tapi ia yakin wajah familier Abel akan dengan mudah ditemukan. Karena ia sudah sangat mengenal wajah Abel.
Sudah satu minggu Abel tidak datang menemuinya, nomor teleponnya pun tidak aktif. Pesan terakhirnya bahkan tidak dibaca. Abel menghilang bal ditelan Bumi.
Setelah memendam rasa cemas selama seminggu, Ardan tidak tahan lagi. Apalagi jika harus mengingat pertemuan terakhirnya dengan Abel, gadis itu terlihat murung. Esoknya Abel menghilang begitu saja. Awalnya ia mengira mungkin saja Abel sakit, dan bisa saja itu benar, tapi setelah satu Minggu ia menyadari sesuatu, kalaupun Abel sakit, sudah pasti sakitnya cukup parah.
Hampir setengah jam Ardan menunggu, ramainya siswa ya