Lima tahun kemudian,
Bara menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah. Ia merogoh saku celananya dan mengeluarkan gawainya dari sana. Ia membuka menu pesan dan mengirim pesan kepada seseorang. Setelah menekan tombol kirim, ia menaruh ponsel itu di sampingnya dan menatap ke arah gerbang yang tertutup rapat.
Ia melirik penunjuk waktu di pergelangan tangannya. Sudah hampir jam tujuh malam. Saat ia mengadah, ia melihat pintu gerbang terbuka dan menampilkan sosok seorang gadis dengan dress berwarna peach dengan potongan asimetris pada bagian bawahnya. Gadis itu membawa tas tangan berwarna serupa gaun yang dipakainya. Sepasang stiletto menghiasi kedua kakinya. Gadis itu berjalan pelan menghampiri mobilnya.
Bara tidak tahu sejak kapan gadis itu beranjak dewasa