Kegan meninggalkannya di pagi hari.
Setelah mereka berbincang semalaman dan baru tertidur jam dua dini hari, Kegan tiba-tiba saja sudah tidak ada di sebelah tempat tidurnya. Kanin yang baru membuka mata perlahan menegakkan tubuhnya, lalu memandangi sekitar kamarnya seraya mengumpulkan kesadaran.
Jejak-jejak keberadaan Kegan sama sekali tidak ada di tempat itu sehingga membuat Kanin meringis di dalam hati. Entah mengapa rasanya begitu aneh saat ia menyadari bahwa Kegan mungkin sudah pergi pagi-pagi sekali untuk menghindarinya setelah percakapan yang terjadi di antara mereka kemarin malam. Ada sesuatu yang hilang, yang bahkan tidak bisa Kanin prediksi itu apa.
“Kanin.” Panggilan dari ibunya membuat Kanin segera mengerjapkan kedua matanya.
Wanita itu berdiri dari tempat tidurnya, lalu be