Kanin menggunakan gaun formal berwarna hitam yang memperlihatkan dengan jelas setiap lekuk tubuhnya yang indah. Wanita itu sedang bersiap di depan cermin ketika Kegan datang ke kamarnya begitu saja tanpa perlu merasa repot untuk mengetuk pintu atau sebagainya.
Tatapan Kanin yang sedari tadi fokus kepada riasan wajahnya perlahan mengarah kepada Kegan yang sekarang duduk di atas tempat tidurnya. Kanin tiba-tiba teringat dengan kejadian tadi siang. Ia mengingat bagaimana kegiatan mereka siang tadi yang sekarang membuat beberapa bagian di lehernya memerah samar.
“What are you doing here? Aku nyuruh kamu nunggu di bawah,” cetus Kanin tanpa membalikkan badan ke arah Kegan, wanita itu hanya sebatas melirik Kegan lewat cermin.
“I will waiting you here,” balas Kegan dengan kedikkan bahu singkat.