Setelah Dhafin menghubungi asistennya untuk segera kembali ke rumah sakit, kini dia sudah tiba dalam waktu 15 menit.
Pintu terbuka.
Ara berdiri di mulut pintu dengan nafas sedikit terengah-engah karena berlari.
"Aku tidak terlambat- huft ...." ucapnya mengatur nafasnya dengan detak jantung yang berpacu lebih cepat.
Dua pria, Arjun dan Dhafin yang berada di dalam sana masih diam menatap wanita dengan celana jeans dan Hoodie berwarna abu-abu itu.
"Apa dia datang untuk bekerja?" tanya Arjun menatap penampilan Ara dari bawah hingga ke atas.
"Kenapa?" Mendengar ucapan Arjun, Ara merasa kesal dan spontan bertanya sendiri.
"Tidak ada, hanya saja kau terlihat begitu santai untuk bekerja." Arjun menjawab seraya duduk di sofa dan menyenderkan punggungnya ke bahu sofa sembari menikmati buah an