Benar atau tidak, seseorang yang berulang kali dipatahkan akan jauh lebih paham apa arti berjuang. ~Dhafin.
Sebuah ruangan tempat Dhafin tertidur dengan nyenyak nampak begitu gelap tak satupun lampu menyala. Pria itu kelelahan dan hendak istirahat dengan tenang, banyak hal terjadi dan membuatnya semakin gigih berjuang.
Tiba-tiba dia merasakan sedang bertemu dengan dua orang wanita, yang satu ibu tirinya yaitu Dina dan satu lagi wanita paruh baya yang tak dia ingat wajahnya.
Mereka mengenakan baju yang berlumuran darah dan membawa bom peladak yang terikat di pinggangnya. Dhafin berdiri jauh dari mereka berdua, pandangannya hanya berfokus pada Dina yang menangis dari jauh.
"Ma? itu mama?" lirihnya memastikan apa yang dia lihat.
Dina tak menjawab dan terus menangis, pakaiannya begitu kot