Pintu lift terbuka, menampilkan sosok Presdir yang melangkahkan kaki keluar dari sana dan bergegas menuju ruangannya.
Setibanya dia di ruangan besarnya ia menatap Rosella tengah duduk di sofa, sejak tadi wanita itu sama sekali tidak mendudukkan bokongnya di kursi kebesaran Dhafin, ia menjaga sopan santun dan tata kramanya walaupun ia tahu jika dia istri dari pemilik perusahaan itu sendiri.
"Ada apa?" tanya Dhafin saat ia baru saja tiba.
Rosella menoleh dan menatap suaminya yang berjalan ke arahnya.
"Mereka semua tidak becus bekerja," jawabnya singkat membuat Dhafin menatapnya bingung.
"Tidak becus bagaimana? bagaimana mungkin perusahaan merekrut orang seperti itu?" timpal Dhafin semakin tak percaya.
Rosella menghela nafasnya sesekali kemudian menyerahkan dokumen laporan kepada Dhafin