" Ktukk ktukk ktukk ktukk. "
" Siapa si pagi pagi udah ribut ?. "
Celetus Witra.
" Tokk tokk. "
" Tra. Bangun Tra. Berangkat nggak ?. "
" Busan. Pagi ini mau berangkat ke kota. Mau izin mamak dulu. Lagian kenapa Gatra pakai datang lagi. "
Setelah 4 menit. Witra ke luar dari kamarnya.
" Gatra. Siapa si pagi pagi udah ribut di depan. Aku baru bangun ti.. "
Witra diam berhenti berbicara.
" Siapa yang datang Han ?. "
" Kenalin ini Pak Solasido. Supirnya Niki yang mau biayain kita Tra. "
" Selamat datang Pak Sola.. "
" Solasido Tra. "
" Selamat datang Pak Solasido. "
" Apa nama nama semua yang ada di kota kayak gitu ?. "
Gumam Witra.
" Tra. Pak Solasido udah izin sama mamak kamu Tra. Buat daratin helinya di rumah kamu. "
" Heli apa Han ?. "
" Lihat dari jendela Tra. "
" Kayak fish Han. "
" Fish apa ?. "
" Fish ikan Han. "
" Kalian pada mau berangkat apa nggak ?. "
Sanggah Gatra kepada Witra dan Dehan.
" Witra udah bawa semuanya ?. "
" Iya Han. "
" Mak. Witra pamit Mak. Maafin Witra kalau ada salah sama Mamak. "
Witra merengek layaknya anak bayi yang baru melihat dunia dan menghirup udara tidak segar.
" Kamu nggak pergi selamanya nak. Kamu cepet pergi. Mamak pasti berdoa buat kamu. Kamu sukses di sana nak. Kamu nggak boleh buat Mamak kecewa nak. "
" Makasih Mak. "
Jawab Witra dengan nafas yang terisak isak.
" Anak anak. Apa semuanya sudah berkemas ?. "
" Iya Pak. "
" Kita langsung naik heli. Ikutin Bapak semuanya. "
" Baik Pak. "
" Sat set sat set. "
Setelah menggunakan sabuk pengaman dan berbagai atribut. Mereka mulai meluncur menuju kota.
Mereka melihat keindahan alam dari heli. Mereka semua takjub dan riang. Tidak lama kemudian mereka semua tidur.
" Ktak ktak ktak ktak tak tak tak tak tak. "
Heli itu mendarat di sebuah landasan berwarna hijau. Sekelilingnya terdapat huruf H.
" Semuanya udah sampai. "
Dehan dan teman temannya mengelus elus matanya yang baru terbuka.
" Makasih Pak tumpangannya. Maaf buat Bapak repot. "
" Tidak apa apa. Lagian itu permintaan tuan tua. Maaf. Tuan muda. "
" Apa yang akan kami lakukan terlebih dahulu Pak ?. "
" Kalian jalan menuju tangga. Kalian sudah di sambut tuan muda. "
" Makasih Pak. "
" Iya nak. "
Mereka menuju tangga. Mereka kagum dengan rumah tuan muda itu. Dari tangganya sudah terlihat mewah. Tangga tersebut di lapisi kaca yang tembus pandang. Sehingga mereka ketakutan. Di ruang tamu mereka sudah di sambut oleh anak seusia mereka dengan tinggi 175 cm. Berambut coklat. Mata yang hijau kebiruan. Serta senyum yang charming.
" Selamat datang Dehan di rumahku. "
" Makasih tuan muda. "
" Siapa yang ngajarin manggil kayak gitu Han ?. "
" Bapak Solasido. "
" Mulai hari ini lu panggil gua Jack. "
" Iya Jack. "
" Mulai hari ini kalian tinggal di kamar yang sudah di sediakan. Kalian akan bersekolah besoknya. Sebelum sekolah kalian akan di temani Pak Joan berkeliling kota dan mencari perlengkapan sekolah. Tidak perlu khawatir dengan apa yang akan kalian beli. Pak Joan sudah tau akan membeli apa. Tapi Dehan bisa kamu tinggal dulu ?. "
" Ada apa Jack ?. "
" Nggak. Gua mau bicara sama lu. "
Semuanya pergi melengkapi kebutuhan yang akan mereka gunakan di sekolah nanti.
" Begini Han. Gua dengar lu pernah ribut sama kampung Koala ?. "
" Pernah Jack. Kenapa ?. "
" Kakak gua pernah ke kampung Koala malam malam. Kakak gua di cegat sama warga kampung Koala. Mobilnya di ambil. Kakak gua di serang warga koala. Kakak gua nggak punya masalah sama warga kampung Koala. Tapi kakak gua selamat. "
" Salah satu anak dari kampung Koala ada di sekolah gua. Dia ngusik gua Han. Sehari pertama dia masuk sekolah. Dia udah naklukin anak anak di sekolah. "
" Alasan kenapa kamu mau nyekolahin aku karena itu Jack ?. "
" Bukan Han. Tapi gua minta tolong. Kakak gua sekarat. Gua sedih Han. Lu bisa tau gimana perasaan gua Han ?. "
" Aku tau. Baik. Aku bisa ngatasinnya. Tapi aku tidak tau apakah berkelahi itu salah jika di lakukan di sekolah. "
" Lu bisa lakukan semau lu Han. "
" Tapi kenapa kamu nggak beli pengawal ?. "
" Nggak bisa Han. Pengawal nggak boleh di dalam sekolah. "
" Tapi tujuan aku masuk sekolah di kota aku mau sukses Jack. "
" Lu nggak perlu mikir gimana biar sukses. Gua bisa buat lu sukses Han. "
" Makasih Jack. "
Tiba di mana hari Dehan dan yang lainnya bersekolah.
Suasana di sekolah terlihat layaknya sekolah pada umumnya.
Dehan dan yang lainnya keluar dari mobil Jack. Jack turun bersama yang lainnya.
Baru Dehan menurunkan kakinya.
" Vruum vruum. Ckliit. "
Sebuah motor melaju dengan kencang bersama manusianya.
Datang seorang anak SMA berjaket hitam. Tinggi 180 cm. Menggunakan motor hayabusa. Membuka helmnya.
Mata yang tajam. Rambut berwarna merah tua. Badan yang atletis. Menunjukkan kalau anak tersebut bukan anak biasa.
" Kayaknya aku pernah lihat. Tapi di mana ?. "
" Namanya Denim. Anak kampung Koala yang pindah ke kota. Penguasa kelas dua. Kalau lu nantangin Denim. kasta bawahnya pada ngerusuh nopangin dia. Nggak akan menang kalau lu sendirian. "
Kelas di mulai. Pelajaran pertama di mulai. Sebelum mulai. Guru di kelas memperkenalkan siswa pendatang di kelas tersebut.
Di mulai dari.
" Pagi semua. Saya Dehan. Pindahan dari kampung Rengginang. "
Dehan anak kampung Rengginang. Gemar berkelahi. Memakai kacamata. Rambut coklat. Mata tajam. Tinggi 172cm. Tapi pukulannya nggak main main.
" Pagi semua. Saya Gatra. Dari kampung Rengginang. "
Gatra gemar makan nasi goreng. Matanya sipit. Hasil kawin silang Indonesia dan Belanda. Tinggi 175cm.
" Pagi semua. Saya Witra. Sama kayak mereka. "
Witra gemar memasak. Hasil kawin silang Indonesia Prancis. Tinggi 175cm.
" Mereka akan bersekolah di SMA kita. Tolong arahin mereka semuanya. "
" Baik Bu. "
Witra duduk di samping Gatra. Sementara Dehan bersebelahan dengan Jack. Mereka berempat memiliki posisi duduk yang berdekatan.
Bel bunyi tanda istirahat sudah di mulai.
Dehan bersama yang lainnya pergi ke kantin.
" Di kantin ini. Lu pada bisa makan sepuasnya. Cukup bayar 5000 buat kebersihan. Lu bisa makan apa yang lu mau. "
" Kayaknya enak. Tapi kita bawa uang dari kampung seadaanya Jack. "
Sela Dehan menghela nafas.
" Nggak perlu mikir masalah uang. Lu pada gua yang bayar. "
Jawab Jack dengan tersenyum.
" Makasih Jack. Kayaknya makanan di kota enak semua Jack. "
" Di kantin sekolah gua. Punya yang udah ada sertifikasiny. "
" Keren bener Jack. Emaknya pasti bangga. "
" Emak siapa Han ?. "
" Ngga ngga Jack. "
Jawab Dehan menggaruk garuk kepalanya.
" Plok plok plok plok. "
Tepukan tangan itu mendatangkan suasana sunyi.