“Mulai hari ini, saya akan menyerahkan tanggung jawab saya kepada putra saya. Saya akan pensiun, dan hanya akan memberikan support kepada Rigel dari belakang.” Tepuk tangan menggema mengiringi langkah kaki seorang lelaki berusia dua puluh enam tahun. Tubuhnya berperawakan tinggi, wajahnya terlihat tegas, matanya tajam, dan tak ada senyum yang tersungging di bibirnya meskipun itu hanya seinchi. Di atas panggung, Darel berdiri dan menatap putranya penuh dengan kebanggaan yang luar biasa.
Pembawaan yang tenang, tampang yang rupawan, seolah menghipnotis orang-orang yang ada di hall besar perusahaan. Rigel yang menjadi putra satu-satunya pemilik In’Design yang dalam jangka waktu tiga puluh tahun sudah berkembang menjadi perusahaan besar dan bahkan bisa menggeser perusahaan lainnya di bidang y