Yoon Soomin tersentak dari pikirannya saat telinganya mendengar Direktur Byun memanggil namanya beberapa kali. Iris hazel Soomin bergulir berusaha fokus pada Direktur Byun yang tengah menatapnya tajam. Soomin merasa tak enak saat mendengar Direktur Byun menarik napas panjang karena sikapnya.
“Mohon maafkan sikap saya, Direktur Byun. Saya tak bermaksud melamun di hadapan Anda. Sekali lagi, saya mohon maaf,” ujar Soomin seraya menundukkan kepalanya berulang kali pada Direktur Byun.
“Aniya. Aku bisa memakluminya, Soomin-ssi. Kau baru saja pulih, jika kau masih kurang sehat, aku bisa meminta bagian personalia kembali memberikan perpanjangan cuti agar kau bisa pulih lebih baik lagi,Soomin-ssi.”
“Saya tak perlu mendapatkan perpanjangan cuti lagi, Direktur B