Park Yeonchan melangkah memasuki pelataran lobi kantor. Hari ini, Yeonchan mengenakan jas hitam, yang membuat kadar ketampanan Direktur muda itu bertambah berkali-kali lipat. Pria itu melangkah santai memasuki gedung, seakan tak mempedulikan tatapan lapar dari para pegawai wanita yang berpapasan dengannya.
Menikmati dirinya yang menjadi pusat perhatian di lobi kantor, Yeonchan kini memamerkan senyuman yang membuat lesung pipinya muncul. Ketampanan Yeonchan membuat silau para pegawai wanita itu, hingga mereka menghentikan kegiatan sejenak untuk memperhatikan direktur dari perusahaan keluarga Park tersebut. Bahkan, tak sedikit para pegawai wanita itu memberikan tatapan menggoda secara terang-terangan pada Direktur Park.
Karena Yeonchan sudah terbiasa mendapatkan tatapan seperti itu dari para wanita, ia pergi begitu saja tanpa berniat sedikitpun membalas godaan yang diberikan para pegawai wanita. Yeonchan mengarahkan langkahnya menuju lift, yang akan mengantarnya menuju lantai dua puluh tujuh, tempat yang menjadi tujuannya.
~FORGIVENESS~
“Kudengar Direktur Byun sering memberikan tugas lapangan padamu. Apa itu benar Eonnie?”
Soomin mendapatkan kunjungan dari Hwang Yejung—pimpinan redaksi salah satu majalah yang berada di bawah naungan Byun Media Group. Soomin mengangguk tak bersemangat sebagai balasannya pada Yejung. Wanita itu cukup lelah karena tambahan tugas yang diberikan Direktur Byun padanya, membuat tugas hariannya sedikit terbengkalai.
“Karena Nyonya Kim baru saja melahirkan, Direktur Byun harus selalu siap siaga di sisi istri dan putrinya. Semua itu membuatku tersiksa, Yejung-a,” keluh Soomin sambil menelungkupkan wajah pada meja kerjanya. Helaan napas lelah terdengar dari Soomin.
“Aigoo, kasihan sekali Eonnie-ku. Apa Direktur Byun tidak berniat mencari asisten baru setelah Jinyeong Oppa resign? Eonnie juga ‘kan punya tugas dan jabatan lain.”
Soomin mengangkat bahunya. Wanita itu juga tak mengerti kenapa Direktur Byun tak mencari pengganti dari Shin Jinyeong—sekretaris sekaligus orang kepercayaannya—yang mengundurkan diri tiga bulan yang lalu. Sejak Jinyeong mengundurkan diri, Soomin, seakan merangkap dua posisi sekaligus.
Padahal di dalam Byun Media Group, Soomin saat ini menduduki jabatan sebagai Direktur Perencanaan dan Kerjasama. Mungkin karena jabatan itulah yang membuat Soomin seringkali bertemu secara langsung dengan Direktur Byun, bahkan Direktur Byun tak segan memberikan kepercayaan penuh terhadap Soomin. Salah satunya, seperti menjadi pengganti Sang Direktur dalam proyek kerjasama dengan Park Land Corp.
“Aku berharap Direktur Byun segera mencari asisten baru. Aku tak sanggup merangkap dua pekerjaan seperti ini.”
Yejung menghela napas mendengar keluh kesah Soomin. Wanita yang usianya lebih muda itu mendengarkan sambil menyelesaikan tugas yang diberikan Soomin. Hingga sepuluh menit ke depan, hanya keheningan yang mengisi ruang kerja Soomin.
“Ini dia rancangan majalah yang kau minta, Eonnie. Coba periksa dulu, siapa tahu ada yang kurang sesuai dengan rancangan proyek kerjasama itu.”
Soomin mengangkat wajahnya yang tertelungkup di atas meja kerja. Mata hazelnya menelusuri rancangan majalah yang di buat Yejung. Merasa puas dengan hasil yang dikerjakan Yejung, Soomin mengangguk antusias.
“Ah terima kasih untuk bantuanmu, Yejung-a. Kau sangat berbakat menjadi pimpinan redaksi.”
Yejung mengibaskan tangannya. “Eonnie terlalu berlebihan. Ini sudah menjadi makanan sehari-hari untukku.”
Soomin menyunggingkan senyuman paling manis untuk juniornya tersebut. “Aku bukan berlebihan. Rancanganmu ini sangat bagus, Yejung-a. Sekali lagi, terima kasih.”
Yejung mengangguk. “Karena kau tak butuh apa pun lagi dariku, aku akan kembali ke ruanganku. Tidak apa ‘kan, Eonnie?”
“Tentu saja kau boleh kembali ke ruanganmu. Maaf sudah merepotkanmu, Yejung-a.”
“Bukan masalah, Eonnie. Kuharap proyek kerjasama ini bisa berjalan dengan lancar. Aku pergi ya. sampai jumpa nanti.”
Setelah mendapatkan persetujuan Soomin, Yejung melangkah keluar dari ruangan. Setelah ditinggal sendiri di ruangannya, Soomin kembali memeriksa rancangan yang dibuat Yejung. Soomin masih terlalu senang karena hasil rancangan buatan Yejung sangat bagus menurutnya. Soomin pun menyimpan rancangan itu ke dalam sebuah map. Hingga sebuah panggilan membuat Soomin terlonjak kaget, dengan cepat jari lentiknya menekan tanda load speak pada telepon yang berada di meja kerjanya.
“Yoon Soomin-ssi, ada tamu yang ingin bertemu Direktur Byun. Direktur Byun sudah berpesan agar Anda menemui tamu yang ingin bertemu beliau hari ini,” suara Haewon, sekretaris Direktur Byun, terdengar dari speaker telepon kantor Soomin.
“ Segera antar tamu tersebut ke ruangan saya, Haewon-ssi.”
Setelah mendapatkan jawaban, sambungan telepon pun terputus. Sambil menunggu kedatangan tamu ke ruangannya, Soomin mengambil berkas yang menjadi pekerjaannya. hingga suara ketukan di pintu membuat Soomin mengangkat wajahnya dari berkas yang sedang dibacanya.
“ Silakan masuk.”
Pintu ruangan Soomin terbuka hingga memunculkan siluet tamu yang datang untuk menemui Direktur Byun. Betapa tercengangnya Soomin melihat tamu yang harus ia temui di ruangannya.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Soomin saat mendapati Park Yeonchan kini berada di ruangan kerjanya. Wanita itu bahkan melupakan sikap formalnya yang biasa ia tunjukkan pada Yeonchan.
Yeonchan mengangkat bahunya dengan santai. Sebuah senyuman jenaka tercetak di wajah tampannya. Yeonchan memasukkan kedua tangannya ke dalam saku celananya dan menatap Soomin tepat di mata.
“Well, tujuanku kemari sebenarnya bertemu Baekki. Tapi, sepertinya langit memiliki rencana lain. Karena langit selalu memiliki cara untuk membuatku bertemu denganmu.”
Soomin memutar bola matanya mendengar Yeonchan yang mencoba menggoda dirinya. Soomin merutuki absennya Direktur Byun hari ini malah membuat dirinya kembali harus berhadapan dengan Park Yeonchan. Soomin berharap jantungnya tak berdegup kencang karena harus berada di ruangan yang sama dengan Park Yeonchan.
~FORGIVENESS~
Yeonchan mengerutkan dahi melihat rancangan majalah yang diberikan Soomin. Yeonchan tahu, hari ini ia dan Baekki tidak ada jadwal pertemuan. Kedatangan Yeonchan ke kantor Baekki murni ingin bertemu sahabatnya. Tapi, kenyataan berkata lain. Yeonchan sendiri tak masalah jika sekarang ia terjebak dalam pertemuan di luar jadwal dengan Soomin. Ah pria itu begitu menikmati setiap waktu yang ia habiskan bersama Yoon Soomin.
Yeonchan begitu senang karena keputusannya mengunjungi Baekki hari ini tidak salah. Ia memang tidak bertemu Baekki, sebaliknya Yeonchan kembali bertemu Soomin. Yeonchan tentu tidak akan menolak kesempatan ini. pria itu sangat bersyukur karena ternyata langit menginginkan dirinya bertemu kembali dengan Soomin.
“Aku kurang suka dengan rancangan majalah ini. Bisakah kau memberiku contoh rancangan layout lainnya?”
Soomin berusaha menahan rasa kesalnya mendengar Yeonchan berulah tak menyukai rancangan layout yang di buat Yejung beberapa saat yang lalu. Dengan senyum terpaksa, Soomin beranjak dari duduknya.
“Tentu. Saya punya beberapa contoh layout yang mungkin salah satu diantaranya bisa menjadi pilihan Anda, Tuan Park.”
Alis Yeonchan terangkat mendengar Soomin kembali bersikap formal padanya. Padahal beberapa saat yang lalu, Soomin tak lagi bersikap kaku. Meskipun rasa kecewa tengah menghinggapi hatinya karena cara bicara Soomin, Yeonchan kembali menumpukan perhatiannya pada Soomin yang sedang mengambil contoh rancangan layout majalah.
Mata hitam Yeonchan sepenuhnya tertuju pada sosok Soomin yang tengah berusaha menggapai arsip yang diletakkan di lemari. Melihat Soomin yang kesulitan mengambil arsip, membuat Yeonchan beranjak dari duduknya dan melangkah mendekati Soomin.
Merasakan kehadiran seseorang tepat di belakangnya, Soomin membalikkan tubuhnya secara tiba-tiba. Betapa terkejutnya Soomin saat mendongak dan menemukan Yeonchan menyunggingkan senyum miringnya sambil membantunya mengambil arsip.
Karena jarak tubuhnya dan Yeonchan yang begitu dekat, membuat Soomin merasa gugup hingga ia berusaha menghindari Yeonchan yang malah membuatnya menubruk d**a Yeonchan. Mendapat dorongan secara mendadak dari tindakan Soomin membuat Yeonchan kehilangan keseimbangan yang secara refleks mencari tumpuan dengan meraih lengan Soomin.
Sayang, karena Soomin dalam kondisi tak siap di tambah mendapat beban tambahan Yeonchan yang bertumpu padanya, membuat keduanya jatuh bersama. Soomin jatuh dengan posisi tepat menimpa tubuh Yeonchan.
Yeonchan mengerang kesakitan karena punggungnya menabrak lantai sementara tubuh bagian depannya langsung tertimpa sesuatu yang terasa lembut. Ssesaat, Yeonchan merasakan pandangannya berkunang-kunang. Saat penglihatannya kembali normal, Yeonchan terdiam menyadari Soomin berada tepat di atas tubuhnya.
Mata bulat Soomin ditambah aroma lembut yang menguar dari tubuh Soomin dalam sekejap mampu melumpuhkan otak Yeonchan. Tubuh Yeonchan secara sadar sangat mengenali wangi tubuh Soomin yang ternyata tak berubah. Wanita itu masih menggunakan aroma citrus. Begitu menenangkan sekaligus menyegarkan. Perhatian Yeonchan dengan cepat beralih pada bibir merah muda milik Soomin, membuat Yeonchan menahan napasnya.
Mendapati Yeonchan menatapnya begitu intens, membuat tenggorok Soomin terasa kering. Tatapan yang diberikan Yeonchan seakan membangunkan perasaan yang selama ini Soomin tutupi dari pria yang kini berada tepat di bawah tubuhnya. Sebelum, sesuatu diluar kehendaknya mengambil alih pikiran, Soomin segera bangkit dari posisinya.
“M-maaf, ” ucap Soomin sambil menundukkan wajahnya karena malu yang menyergapnya.
Yeonchan berdeham canggung sebagai balasan. Yeonchan berusaha menormalkan detak jantungnya. Yeonchan merasakan sesuatu yang lain dalam dirinya seolah bangun dari tidur. Berada sedekat tadi dengan tubuh Soomin, membuat Yeonchan merasa sangat resah dan panas.
Soomin membawa pengaruh berbahaya pada dirinya. Setelah kejadian ini, Yeonchan khawatir ia tidak bisa mengendalikan dirinya lebih dari ini. Aroma tubuh Soomin terlalu memabukkan untuk seorang Park Yeonchan.
~FORGIVENESS~