Malam telah larut. Frans berjalan sendirian ke tengah hutan. Ia tidak bisa tidur mengingat orang yang berbahaya masih berkeliaran di hutan. Tidak ada sesuatu yang di dengarnya kecuali langkah kakinya sendiri. Samar Frans merasakan kehadiran beberapa kaki yang menirukan gerak langkahnya di belakang. Tapi Frans tidak memiliki waktu untuk meladeni mereka. Ada hal yang lebih serius untuk ia tangani.
"Kau peka juga ternyata," ucap Sebuah suara.
"Katakan apa maumu?" Frans malas untuk basa basi.
Bayangan hitam di depannya bergerak. Perlahan tapi pasti wujud seorang lelaki dengan senapan di bahunya muncul.
"Pangeran Frans. Generasi keempat. Salam hormat," ucapnya menekuk lutut.
Frans waspada. Bagaimana mungkin seorang manusia biasa mengetahui riwayat silsilah keluarganya.
"Siapa kamu seben