Seluruh pintu gedung pengadilan langsung ditutup. Petugas memeriksa rekaman kamera, tetapi pemadaman membuat beberapa bagian tidak terekam. Orang yang membawa sampel menggunakan identitas laboratorium palsu.
"Dia sudah berada di ruangan sejak awal," ujar Lukas. "Artinya penyusupan direncanakan sebelum pengadilan mengubah prosedur."
Remy meminta semua tabung diperiksa. Hanya sampel Armand yang hilang, sedangkan milik Nesia, Sandra, dan Dona masih tersegel.
"Kita tetap bisa membuktikan Nesia anak Sandra dan saudara Dona," ujar Ilham. "Namun, hubungan langsung dengan Armand akan diperdebatkan."
Dona menawarkan sampel rambut ayahnya yang masih tersimpan di rumah. Polisi juga menemukan sikat gigi serta alat cukur, tetapi tim hukum Armand bisa menuduh benda tersebut tidak memiliki rantai pengawasan.
"Dia sengaja membuat kita membutuhkan kehadirannya," kata Nesia.
Pencarian menemukan petugas palsu di tangga darurat dalam keadaan tidak sadar. Kotak sampel tidak ada. Setelah sadar, lelaki itu mengaku dibayar untuk menyerahkan kotak kepada perempuan di parkiran.
Foto Rania ditunjukkan dan dia langsung mengenalinya.
"Dia belum meninggalkan kota," ujar Remy.
Polisi melacak kendaraan yang digunakan Rania menuju pusat perbelanjaan. Mobil ditemukan kosong, tetapi kamera menunjukkan dia berganti pakaian dan masuk ke stasiun kereta.
Remy serta Lukas ikut menuju stasiun, sedangkan Nesia diminta menunggu di pengadilan. Kali ini Nesia menurut karena Sandra dan Dona juga membutuhkan pendampingan.
Di stasiun, Rania terlihat menaiki kereta tujuan luar kota. Polisi menghentikan keberangkatan dan memeriksa setiap gerbong. Dia ditemukan bersembunyi di toilet dengan kotak sampel di dalam tas.
Penangkapan tidak berlangsung mudah. Rania keluar melalui jendela toilet ke jalur servis dan berlari di antara dua gerbong. Polisi meminta seluruh aliran listrik rel dimatikan agar pengejaran tidak menimbulkan korban.
Lukas melihat Rania membuang sebuah tabung kecil ke bawah kereta. Dia mengambilnya menggunakan sarung tangan. Label pada tabung memuat kode yang sama dengan sampel Armand, tetapi isinya hanya cairan berwarna merah.
"Dia berniat mengganti darah dengan sampel palsu," ujar Lukas.
Rania berusaha naik ke peron lain, tetapi Remy menutup jalannya. "Tidak ada tempat untuk lari."
"Kamu pikir menangkapku akan menghentikan Pak Armand?" tanyanya.
"Setidaknya menghentikanmu membahayakan keluargaku."
Rania mengeluarkan pisau kecil. Remy tidak bergerak mendekat dan menunggu polisi mengepung. Ketika Rania mencoba berbalik, seorang petugas menjatuhkan pisau menggunakan tongkat pengaman.
"Dia bukan keluargamu," kata Rania sambil menunjuk ke arah kamera stasiun seolah Nesia bisa mendengar. "Pernikahan itu dibangun dari rencana kami."
"Apa pun awalnya, Nesia memilih tetap menjadi istriku. Itu yang tidak pernah dipahami Armand."
Rania akhirnya diborgol. Dalam tasnya ditemukan kartu identitas dengan beberapa nama, kunci kotak bank, serta foto-foto Nesia sejak masih sekolah.
"Mengapa mengawasi saya selama itu?" tanya Nesia ketika bukti dibawa kembali ke pengadilan.
Rania tidak menjawab. Polisi menemukan catatan harian yang menunjukkan dia tinggal dekat panti selama empat tahun dan melaporkan setiap perkembangan Nesia kepada Adrian.
Salah satu catatan menyebut Nesia pernah hampir diadopsi pasangan dari luar kota. Proses dibatalkan setelah keluarga calon orang tua menerima ancaman.
"Jadi bahkan kesempatan saya memiliki keluarga dirampas," ujar Nesia.
Sandra memeluknya. "Ibu seharusnya lebih berani melawan."
"Yang salah adalah orang-orang yang mengancam, bukan Ibu yang berusaha menjaga saya tetap hidup."
Dona membaca bagian lain catatan tersebut. Armand berkali-kali meminta Rania memastikan Nesia tidak pernah mengetahui hubungan darah, tetapi juga melarang siapa pun mencelakainya secara langsung.
"Ayah ingin kamu hidup, hanya tidak ingin kamu memiliki nama dan hak," kata Dona.
"Itu bukan bentuk kasih sayang," jawab Nesia. "Beliau menjaga saya seperti seseorang menjaga rahasia."
Remy menggenggam tangan Nesia. Dia tidak bisa mengubah masa kecil yang dicuri, tetapi berjanji dalam hati tidak akan membiarkan orang lain lagi menentukan masa depannya.
"Saya hanya menjalankan perintah," katanya saat ditangkap.
"Kalimat yang selalu diucapkan orang Armand setelah tertangkap," jawab Remy.
Rania menolak memberi tahu lokasi Armand. Dia justru mengatakan lelaki itu sudah berada di tempat yang tidak akan pernah ditemukan.
Kotak dikembalikan kepada pengadilan, tetapi segelnya rusak. Sampel tidak dapat digunakan karena berisiko sudah diganti.
Ilham datang membawa arsip lama yang disimpannya. Di dalam map terdapat hasil tes asli, catatan nomor sampel, dan sepotong kain kasa dengan noda darah bayi.
"Apakah DNA masih bisa diperiksa setelah selama itu?" tanya Nesia.
"Jika penyimpanannya baik, mungkin masih ada materi yang cukup," jawab Ilham.
Kain tersebut disimpan dalam wadah tertutup dan memiliki catatan tanggal serta tanda tangan dua petugas lama. Pengadilan menerima benda itu sebagai bukti pendukung, bukan pengganti sampel baru.
Tim penyidik kemudian menemukan jalan lain. Darah Armand dari mobil sebelumnya sudah dibagi untuk pemeriksaan forensik. Satu tabung masih tersimpan di laboratorium kepolisian dengan rantai pengawasan lengkap.
"Dia mencuri kotak yang salah," ujar Dona.
Nesia menatap kakaknya. "Sepertinya kali ini kita beruntung."
"Bukan beruntung. Ayah terlalu yakin semua orang masih mengikuti perintahnya."
Sampel pengganti diserahkan langsung kepada tiga laboratorium. Hasil membutuhkan beberapa hari. Sementara itu, Rania diperiksa atas pencurian, penculikan Sandra, dan penyerangan vila.
Sebelum dibawa, Rania meminta berbicara dengan Nesia. Remy menolak, tetapi Nesia menyetujuinya di bawah pengawasan.
"Armand tidak akan membiarkanmu menikmati warisan," kata Rania. "Jika dia jatuh, ribuan pekerja juga jatuh."
"Itu akibat keputusan beliau, bukan karena saya mencari kebenaran."
"Kamu belum pernah memimpin apa pun. Ketika perusahaan hancur, semua orang akan menyalahkanmu."
Nesia tidak menyangkal ketakutannya. "Kalau begitu saya akan belajar dan melakukan apa yang bisa saya lakukan."
Rania tersenyum sinis. "Kebaikan tidak cukup untuk menjalankan kerajaan bisnis."
"Mungkin. Tetapi ancaman juga tidak bisa menjalankannya selamanya."
Setelah Rania pergi, Lukas menerima laporan bahwa beberapa rekening Maheswari Group dibekukan akibat penyelidikan. Gaji ribuan pegawai terancam terlambat.
Prediksi Rania mulai menjadi kenyataan bahkan sebelum hasil DNA keluar.
Hakim memutuskan penangkapan Rania tidak membatalkan proses tes. Setiap laboratorium menerima kode baru dan jadwal pengiriman yang berbeda agar tidak mudah disabotase.
"Hasil akan dibuka lima hari lagi," kata panitera. "Tidak ada pihak yang mendapat akses lebih dahulu."
Nesia menandatangani berita acara bersama Dona dan Sandra. Dia melihat tiga nama mereka berada pada lembar yang sama untuk pertama kalinya.
"Apa pun hasilnya, kalian tetap keluarga saya," ujar Sandra.
Dona tidak menjawab, tetapi meraih tangan ibunya. Nesia menumpuk tangannya di atas tangan mereka. Untuk beberapa detik, tidak ada warisan atau perusahaan di antara ketiganya.
Remy mengabadikan momen itu menggunakan ponsel. Ketika Nesia memergokinya, dia hanya berkata bahwa suatu hari mereka mungkin membutuhkan foto keluarga yang tidak dibuat untuk dokumen pengadilan.
***