Seharian ini tidak ada yang bisa Kana lakukan dengan baik. Berulang kali ia salah dalam menyiapkan berkas untuk pendaftaran ke Universitas. Pikirannya masih saja terkotak pada kejadian pagi tadi. Kejadian yang tidak pernah ia pikirkan bahwa itu akan menjadi nyata. Karena apa yang Kana katakan pada Axen malam itu benar – benar bukan sebuah keseriusan. Ia hanya berpikir kalau Axen akan menganggapnya sebagai angin lalu.
Siapa yang mengira kalau Axen sepolos itu. Pria itu benar – benar tidak bisa ditebak sama sekali. Kadang membuat Kana takut. Kadang juga membuat Kana merasa berempati dan kasihan serta tidak tega. Dan kadang juga ia merasa benci dan kesal karena tingkah pria itu/
Sampai detik ini, Kana masih belum bisa menyelami apa maksud dari kedatangan Axen kembali ke hidupnya. Apa mereka