Sian bangkit dari posisi berbaringnya. Menetap di sini sampai ia pulih, itu bukanlah ide yang bagus. Pikirnya seraya mencari keberadaan kameja yang dikenakannya saat kecelakaan dan ternyata tidak ada.
Saat ini pria itu hanya mengenakan kaus yang sepertinya milik Gia. Dan celana trening berwarna hitam yang hanya sebatas mata kaki.
"Kita bakalan pulang. Tapi, sebelum itu, aku mau meriksa beberapa ruangan yang ada di sini. Kamu bisa pulang lebih dulu."
Arsen berujar seraya meraih benda berbentuk pipih milik Sian, dan tak berapa lama setelah itu, Arsen ke luar dari tubuh Sian.
"Beneran gapapa aku pulang duluan?" tanya Sian ragu karena meski Arsen arwah penasaran, tetap saja, tempat ini tidaklah aman.
Arsen menganggukkan kepala yakin.
Selama Arsen memeriksa beberapa ruangan yang ada di a