“Padahal, Mama sangat hafal Di mana mendapatkan kue yang baru saja di berikan Anya tadi. Kenapa sih, kamu kok bisa betah sama wanita yang cuma bisa menipu mama sejak dini?”
Aiden juga tidak tahu harus berkata apa karena ia tidak merasa bertanggung jawab atas perbuatan kekasihnya, malah merasa kalau wanita itu mengurangi nilai di mata mamanya dan mungkin akan dicap sebagai calon menantu kurang idaman dan jauh dari perkiraan.
“Ma, jangan bahas tentang dia dulu ya soalnya dia memang wataknya kayak gitu.”
“Hadeh, Den, kamu itu kalau cari pasangan itu jangan suka menipu. Dari awal saja sudah begini, itulah kenapa mama sangat kurang setuju kamu sama dia.”
Mau bagaimana lagi, nasi sudah menjadi bubur dan perbuatan kekasihnya tidak bisa dibenarkan dan juga tidak bisa diperbaiki. Di mata Arl