Dinginnya angin di Ciwidey membuat Rinai meringkuk dan memeluk tubuh Rose. Ia bahkan memakai syal, sweater double dan juga penutup kepala, tak lupa kaos kaki. Serasa di pegunungan saja, memang sih, kawasan tempat tinggal Flo berada di dataran tinggi. Ini masih jam 11 malam, Rinai masih bisa mendengar percakapan Ajun dan Wintang melalui telepon.
Mereka ini, padahal cuma LDR an berjarak beberapa rumah, masih aja kangen-kangenan. Rinai melihat Rose sudah tidur dan mungkin saja sudah terbuai dalam mimpinya.
“Kenapa gak tidur, Nai?”
“Laper. Tadi acara barbequan aku gak banyak makan, eh sekarang malah laper. Flo pasti udah tidur, katanya di kulkas ada bahan makanan. Aku mau buat sup aja, mau nitip gak?”
Gena menggeleng. Ia paling suka novel romance dan kebetulan, Flo punya banyak koleksi