Rinai duduk menepi. Dia memilih beristirahat dan duduk di taman depan gedung.
"Hai," sapa Orion.
Rinai menoleh kemudian menatapnya. Betapa terkejutnya dia saat melihat Orion.
"Kak Orion!" seru Rinai.
Orion hanya tersenyum. Sudah lama tak melihat Rinai, Dia sangat merindukan gadis itu. Dia rindu senyumnya, juga tingkah manisnya. Bagi Orion, cinta pertamanya adalah Rinai. Seorang gadis yang sangat sulit dia gapai.
"Kakak sudah sembuh? Syukurlah!" ucapnya.
"Iya, kamu benar. Ada untungnya kakiku cidera. Aku jadi harus beristirahat total dan benar-benar memulihkan kesehatan ku."
Orion menatap lurus kedepan. Beberapa minggu ini, Dia benar-benar sangat merindukan Rinai. Sudah berulang kali mencoba memungkiri perasaannya, tapi bayang-bayang Gadis itu selalu terlintas di benaknya.
"Kamu apa