Sesuai dengan janjinya, Rinai dan Dewa makan malam bersama. Dewa menjemput Rinai di tempatnya.
"Sudah siap?" tanya Dewa.
Rinai tersenyum. Dewa benar-benar tipe orang yang selalu bersikap positif.
"Tentu saja aku siap. Ayo berangkat!" ajak Rinai.
Dewa membukakan pintu mobil untuknya. Keduanya sama-sama masuk dalam mobil tersebut. Rinai yang terlihat cantik dengan dress berwarna merah marun itu.
"Kamu cantik sekali malam ini," puji Dewa.
"Terima kasih, Kak."
Lagi-lagi Rinai hanya tersenyum. Dia ingin cepat-cepat menyelesaikan makan malam ini dan juga segera tahu siapa orang yang telah berusaha membuatnya jatuh.
"Ngomong-ngomong mau makan dimana?"
Rinai mulai membuka suara dan menanyakan hal itu.
"Ada deh. Kamu ikut aja. Nanti juga tahu. Dan yang terpenting tempat itu private, sehi