Rinai mulai membuka mata. Dia merenggangkan tubuhnya beberapa kali, dan menyadari kalau jasnya telah dilepas. Hal yang pertama kali dia lihat adalah sosok Aiden yang berada tepat di sampingnya. Lelaki itu tengah tertidur sangat pulas.
"Aaaaa!"
Rinai berteriak histeris sampai membangunkan lelaki itu.
"Ada apa?" tanya Aiden.
"Kenapa Kakak ada di kamarku?" ucapnya setengah tak percaya.
"Apa? Aku di kamarmu? Kamu yang ada di tempatku!" ucapnya.
Barulah Rinai memperhatikan seisi ruangan itu. Memang benar, itulah kamar milik Aiden.
"Bagaimana bisa aku ada disini?" Rinai mencoba mengingat semuanya. Dari mana dia bisa sampai berakhir di tempat ini.
"Astaga! Berarti semalam, aku..."
"Ya, kamu semalam mabuk berat. Sudah aku peringatkan untuk tidak minum terlalu banyak. Tapi kamu tetap saja