Aiden tengah memainkan piano miliknya. Yang lainnya fokus mendengarkan permainannya. Apalagi Rinai, yang bahkan tak berkedip sama sekali.
"Keren banget sih!" ujarnya.
Gumaman itu terdengar oleh Rose dan juga Wintang.
"Gini ya, kalau udah jatuh cinta."
Rose menggeleng-gelengkan kepala melihat tingkah laku Rinai. Gadis itu tengah senyum-senyum sendiri. Orion memperhatikan tingkahnya. Sepertinya memang benar, tak ada kesempatan untuknya. Dia juga sadar kalau keduanya saling suka. Bagaimanapun Orion harus mengalah. Tak mungkin baginya, memaksakan perasaannya. Yang terpenting, Rinai tidak jatuh pada lelaki yang salah.
"Bagaimana kalau Aiden duet dengan Rinai. Aku yakin pasti akan tambah bagus!" ucap Rose.
"Rinai, Rinai!" lanjut Wintang.
Aiden tersenyum, menoleh pada gadis itu. Memberika