Aiden akhirnya menjemput Rinai. Lelaki itu menunggu Rinai di depan rumahnya.
"Sudah lama menunggunya?" tanya Rinai.
"Tidak, baru saja. Sudah siap?" tanya Aiden.
Rinai tersenyum. Tak lupa lelaki itu memperhatikan penampilan gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.
Rinai memakai dress biru muda dengan rambut diikat. Anting kecil dengan satu permata semakin menambah kesan cantiknya. Bukan hanya cantik akan tetapi sangat menarik dan manis. Siapa yang takkan jatuh cinta pada gadis sepertinya. Aiden akan jadi pria bodoh jika dia menyia-nyiakannya.
"Ayo masuk!" ucap Aiden sembari membuka pintu mobil untuknya.
"Aku akan mengajak kamu ke sebuah tempat. Dimana tempat itu sangat indah. Aku dulu pernah melihatnya sekali. Dan aku merasa kalau tempat itu akan sangat cocok dengan kamu," ucap