“Keterlaluan! Bisa-bisanya temannya si Rinai ngatain aku demit, Sayang. Kamu dengar itu, kan?”
Anya tak terima, bahkan di Star namanya sangat diagungkan. Banyak sekali agensi yang ditolak hanya demi bisa satu management dengan Aiden. Tapi, semua ini semakin rumit lantaran ada lingkaran yang tidak mudah diputuskan.
Bagaimanapun keadaannya, sampai kapan pun, Aiden akan selalu merasa ada yang janggal dan salah. Entah dengan perasaannya, hutang budinya, ataupun dengan hati kecil yang berkata bahwa Rinai lah gadis yang sering muncul dalam memori rahasianya.
Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Ya, suatu hari nanti, entah kapan, Rinai berharap Aiden membuka mata dan sadar bahwa ada gadis pemberani yang sungguh berani menyukainya.
“Tidakkah cukup kamu di sini hanya ikut semua acara, Anya?