Bahkan Gemma dengan santainya berbicara bahwa Venya adalah orang yang paling ia sayangi. Bahkan jika Venya adalah orang yang di sayangi oleh Gemma kenapa juga Gemma harus merusak kepercayaan dan juga beberapa hal yang menurutnya tidak dibenarkan dalam hubungan berpacaran ini. Setidaknya, Venya benar - benar merasa dikhianati oleh Gemma. Dia rela dan khawatir dengan keadaan Gemma namun Gemma di sana, di sisi lain hanya bermesraan dengan selingkuhannya. Mana bisa, seorang Venya kembali mempercayai lagi seorang Gemma sekarang.
"Lo mikir ga sih, Gem. Gimana gue bisa percaya sama lo lagi ketika lo udah ngekhianatin gue dan nyakitin gue dengan hal yang bahkan gue ga bisa percaya lo mampu buat ngelakuin itu ke gue?" tanya Venya. Dia sedikit terisak ketika bertanya hal yang paling kelam di dunianya. Bahkan kini dunianya serasa hancur berkeping - keping ketika Gemma hanya bisa melihat Venya dengan tatapan yang sulit sekali diartikan. "Gue bahkan ga bisa percaya lagi omongan lo yang sekarang bisa saja lo jujur sama gue. Tapi sebenernya lo bohongin gue lagi." Lanjut Venya.
Gemma menggeleng, "gue bilang kayak gini dan gue jadi gini semuanya gara - gara lo, Ven." Kata Gemma.
Venya terkekeh, "setelah semua yang terjadi antara lo dan gue, lo masih bisa nyalahin gue atas apa yang lo lakuin? Hebat ya lo, Gem." Kata Venya dengan tekanan di akhir kalimatnya. "Lo bahkan bisa - bisanya nyalahin gue ketika lo selingkuh." kata Venya.
"Gue berkata jujur kayak gini adalah perbuatan lo yang ngebuat gue harus ngebongkar aib gue." Kata Gemma, "lo yang ngebuka kuburan lo sendiri." kata Gemma sedikit meninggikan nada suaranya.
Venya mengangguk, "gue bahkan harus tepuk tangan karena lo udah jujur sama gue saat ini." Ucap Venya kemudian dia bertepuk tangan dengan sangat sarkastik, "tapi lo ga bisa nyalahin gue atas hal itu. Kenapa?" tanya Venya yang akan di jawab oleh dirinya sendiri, "karena gue ga pernah nyuruh lo buat selingkuh. Gue, gue yang ngebuka kuburan gue sendiri?" Tanya Venya, "lo yang harusnya sadar diri atas apa yang udah lo lakuin." kata Venya lagi.
"Gue udah jujur dan sekarang lo ga suka dengan kejujuran gue?" tanya Gemma.
"Ha!" Kata Venya, "lucu juga lo, Gem." kata Venya kemudian. "Gue emang nyuruh lo jujur hari ini, tapi kenapa lo malah menyalahkan gue atas lo yang selingkuh? Padahal lo sendiri yang salah, Gem." kata Venya lagi.
Secara tidak sadar, mereka berdua sudah saling meneriaki satu sama lain. Gemma dan Venya seperti tidak memperdulikan apa yang ada di antara mereka. Mereka bahkan sudah tidak peduli ada yang mendengarnya atau bahkan ada yang melihat pertengkaran mereka ini. Venya dan Gemma hanya fokus pada diri mereka sendiri. Dimana mereka hanya ingin membahas dan memperdulikan diri mereka sendiri. Tanpa adanya orang lain di antara mereka.
"Ya ini semua salah lo." kata Gemma.
"Kenapa jadi salah gue sih, Gem?" tanya Venya.
Venya benar - benar tidak mengerti apa yang ada dipikiran Gemma yang menyalahkan Venya atas kesalahannya sendiri. Venya bahkan dengan benar - benar dan bersungguh - sungguh menanyakan kepada Gemma kenapa ini semua menjadi salah Venya? Salah Venya ketika membuat permainan kejujuran ini? Bahkan yang memiliki ajuan pertanyaan dan ingin dijawab secara jujur adalah Gemma sendiri. Venya hanya sebagai pemain di permainan ini. Tidak sebagai panitia.
Bahkan Venya sendiri ikut jujur dan memainkan permainan ini sebagaimana mestinya. Hal itu karena Gemma juga yang harus jujur kepada Venya agar permainan ini sportif dan tentu saja satu sama lain tahu apa yang selama ini mereka sembunyikan satu sama lain. Dan ya, aib mereka berdua muncul.
"Lo yang ga mau gue sentuh menjadi alasan terkuatnya, Ven." Kata Gemma.
Perkataann yang keluar dari mulut Gemma adalah hal yang paling masuk akal kenapa Gemma selingkuh. Venya bisa membenarkan hal itu namun tetap saja semuanya tidak benar. Dia bahkan tidak bisa dimaafkan dan tidak bisa disanggah jika selingkuh itu adalah tindakan yang tidak benar.
Selingkuh adalah tindakan yang bahkan tidak bisa dimaafkan untuk dunia percintaan. Jika dalam pacaran saja mereka bisa berselingkuh, bagaimana dengan nanti di dunia pernikahan? Adakah yang bisa memaafkan itu? Jika ada, maka orang itu adalah orang yang paling sabar dan juga paling benar satu dunia.
Venya mungkin akan menjadi salah satunya.
Di mata Venya, selingkuh memang salah. Namun, Venya juga tidak bisa menyalahkan seorang Gemma yang selingkuh karena dirinya memerlukan orang lain untuk di sentuh di kala Venya tidak bisa di sentuh. Selingkuhan Gemma memberikan apa yang tidak bisa diberikan oleh Venya, dan Venya bisa membenarkan itu. Venya bahkan bisa menyambut Gemma dengan baik jika alasannya benar - benar seperti itu. Namun, jika ditanya Venya akan menerima lagi Gemma menjadi pacarnya, tentu saja jawabannya tidak. Gemma tidak akan bisa menjadi pacarnya dan Venya tidak akan pernah menaruh harapannya lagi kepada Gemma.
Venya sudah menghapuskan nama Gemma di daftar prioritas miliknya. Bahkan Venya tidak akan emnempakan Gemma di sana lagi jikalau memang Gemma ingin tetap ada di sisi Venya. Jika Gemma menganggapnya pacar, mungkin Venya akan bersikap biasa dengan perlakuannya kepada Gemma seperti kepada teman. Tidak lagi seperti pacar.
"Jadi, selingkuhan lo ngasih apa yang ga gue kasih ke lo." kata Venya pelan, "okey. Gue minta maaf karena gue ga pernah dan ga bisa ngasih apa yang selingkuhan lo bisa kasih ke lo. Gue juga ga bisa ngasih semuanya ke lo. Gue tau batasan gue." kata Venya.
Gemma mengangguk ragu, "gue selingkuh dan katakanlah gue menyentuh orang itu dengan harapan gue ga pernah ngerusak lo, Ven. Karena gue sayang sama lo dan gue ga mau ngerusak lo karena gue yang sedikit memiliki naffsu yang bahkan gue ga bisa salurkan ke lo." kata Gemma lagi.
Tentu saja memiliki naffsu itu adalah hal yang manusiawi. Tapi bukankah itu bisa di tahan? Bisa di tahan sampai waktunya tiba dan tidak merusak orang lain juga? Apa hanya Venya yang berusaha menjaga dirinya agar tetap aman. Tidak merusak diri hanya untuk hal seperti ini? Atau karena Gemma laki - laki jadi dia tidak akan ketahuan rusak atau tidak rusak nantinya setelah menikah? Apakah setiap laki - laki hanya berfikiran seperti itu? Atau hanya Gemma saja?
"Tapi, lo pernah mikir ga kalo lo ngerusak anak orang juga yang mungkin nantinya akan punya suami dan si suaminya ada di posisi gue yang ngejaga itu tetap bersih tapi istrinya bahkan udah di rusak sama orang lain selain dirinya?" tanya Venya.
Pertanyaan VEnya kepada Gemma adalah salah satu pertanyaan yang berat dan Gemma perlu berfikir untuk menjawabnya. GEmma harus berpikir pajang dan juga menyiapkan jawaban yang sangat baik untuk pertanyaan Gemma. Dia bahkan harus benar - benar berpikir dengan keras dan juga berpikir dengan pikiran yang dingin dan juga bersih. Dia tidak bisa langsung menjawab apa yang ada di kepalanya. Dia harus mencernanya terlebih dahulu.
"Kalaupun gue nanti jadi sama lo dan gue udah tahu lo ngerusak anak orang dan lo -nya sendiri udah rusak, gue mungkin akan sedih dan juga akan merasa sedikit kecewa karena yang selama ini harusnya di jaga sudah rusak terlebih dahulu. Bukan oleh gue tapi oleh orang lain yang bahkan gue sendiri ga kenal dan ga akan mau kenal sama orangnya." Kata Venya lagi panjang lebar.
Setidaknya, pemikiran semua perempuan akan ada yang sama dengan Venya. Dia bisa menerima namun tidak akan lupa dengan apa yang terjadi hari ini. Dimana yang nanti disebutnya suami menjadi orang yang sudah merusak orang lain dan juga merusak dirinya yang sudah ia jaga selama ini.
"Sori, Ven." Kata Gemma pelan, "gue ga mikir sampai sana." kata Gemma lagi.
Venya mengangguk, "gue bisa maafin lo. Tapi lo harus jaga orang yang udah lo rusak itu, lo harus bisa menjaga apa yang udah lo buat rusak jangan sampai tambah rusak atau bahkan hancur." kata Venya.
Gemma menatap Venya dengan tatapan bertanya, "lo nyuruh gue tanggung jawab sama dia karena udah ngerusak dia? Terus kita gimana, Ven?" tanya Gemma.
"Lo udah ngerusak dia, setidaknya lo harus ada sama dia agar dia tidak hancur dan tidak menjadi cemoohan orang - orang yang sudah tahu bahwa dia rusak." kata Venya, "untuk urusan kita, sebaiknya kita berhenti sampai di sini." kata Venya dengan berat hati, "lo masih bisa jadi manager gue, tapi gue ga bisa ngebiarin lo jadi pacar gue." Lanjutnya, "im so, so sori about that. Tapi kita beneran ga bisa lanjut, Gem. Lo harus sama orang itu dan setidaknya bertanggung jawab karena lo udah ngerusak dia." kata Venya lagi.
Gemma diam, "gue bakal jujur lagi sama lo." Kata Gemma kemudian, "gue bilangin dan gue kasih tau lo, kalo dia, selingkuhan gue ini udah rusak ketika gue pake." kata Gemma.
Itu cukup mengejutkan bagi Venya namun tidak bagi Gemma. Bahkan Gemma tahu betul jika selingkuhannya ini adalah orang yang seperti itu. Mengumbar dadda dan juga pahha kepada siapapun yang melihatnya. Gemma juga tahu ketika ia memakai perempuan itu bahwa perempuan itu sudah rusak sejak lama. Dan Gemma semakin tahu karena dia sudah memakai perempuan ini dengan memakai alat kontasepsi sesuai dengan keinginan sang perempuan.
Gemma tahu kalau perempuan ini adalah orang yang sudah berhubungan dengan siapa saja tanpa sepengetahuan Gemma. Bahkan Gemma sudah memastikanya dan memilih untuk tidak lagi berhubungan dengan perempuan itu setelah dua hari menghilang tanpa kabar dari Venya.
"Menghilangnya gue dua hari kemarin adalah gue mengakhiri semuanya, Ven." Kata Gemma, "gue ga akan ngehubungi dia lagi dan gue berbicara pada dia kalau gue akan balik ke lo dengan tujuan yang baik. Memperbaiki semuanya dari awal." Kata Gemma lagi.
Venya mengangguk, "mengakhiri semuanya perlu dua hari?" tanya Venya.
Kini Gemma yang mengangguk, "ya. Dia punya syarat ketika gue bilang kalo gue pengen putus sama dia dan bailik ke lo." kata Gemma, "nemenin dia tidur." katanya lagi.
"Tunggu." kata Venya, "dia tau kalo lo punya gue?" tanya Venya.
Gemma masih mengangguk, "dia tahu dan dia ga keberatan dengan hal itu." Ucap Gemma.
***
Venya sudah ada di meja kerjannya. Laptopnya yang terbuka menandakan Venya sedang bekerja.
Setelah pertengkaran dengan Gemma tadi, Venya memilih untuk diam. Kemudian, secara halus Venya mengusir Gemma. Dia mengatakan bahwa dia akan bekerja dan akan membicarakan hal ini lain kali. Dia perlu bekerja dan mendapakan uang. Setelah itu, Venya menyesuaikan dirinya. Tanpa melihat Gemma yang keluar dari kamarnya, Venya hanya bisa duduk diam. Membuka laptopnya dan diam memandangi apa yang akan ia kerjakan.
Kerjaanya cukup banyak, maka dari itu, Gemma sudah keluar dan tidak bisa berbicara lagi dengan Venya yang sudah mulai mengetikkan beberapa kalimat di lembaran kosong di laptop yang ada di depannya. Bahkan, setelah pertengkaran itu, Venya masih ada ide untuk menulis.
Venya bahkan berpikiran untuk membuat cerita tentang dirinya sendiri. Dengan judul, di selingkuhi akibat tidak mau di sentuh.
Bukankah itu judul - judul yang akan viral pada masanya?
Judul - judul seperti itu adalah judul - judul yang sering di cari di dunia kepenulisan yang sudah acak - acakan ini. Dimana orang - orang yang sudah malas dengan pemikirannya, dengan orang - orang yang sudah malas berpikir ketika membaca cerita dan ketika orang - orang yang sangat malas untuk membaca pengetahuan yang secara tidak langsung di masukkan ke dalam ceritanya. Bahkan, sekarang orang - orang itu mungkin saja tidak ingin membaca cerita Venya dengan judul yang tidak pasaran. Dengan judul yang sangat dipikirkan oleh Venya sebaik mungkin dan sekeren mungkin.
Tidak sengaja, judul degan pemikiran yang sulit dan juga dibuat sebaik dan sekeren mungkin itu kalah dengan judul drama yang biasanya ada di dunia televisi yang biasanya di jadikan FTV dengan cerita yang mudah di tebak akhir dan juga jalan ceritanya.
Hal seperti itu adalah salah satu yang membuat Venya jadi malas menulis. Dimana dia hanya bisa berfokus pada tulisannya yang baik sedangkan orang lain yang berfokus pada minat baca orang - orang di Indonesia ini. Bahkan Venya masih bingung, kenapa orang - orang sangat menyukai drama percintaan rumah tangga dari pada drama percintaan anak sekolah?
Jawaabannya mungkin bisa di temukan di kolom komentar di akun penulis - penulis yang terkenal dengan drama percintaan di rumah tangga. Venya bahkan bisa saja menulis yang seperti itu. Hanya saja, rasanya berumah tangga seperti apa? Bahkan Venya harus merasakan dulu feelnya baru bisa menulis dengan baik.
Dan apakah orang - orang yang menulis cerita berumah tangga dengan konflik perselingkuhan itu sudah berumah tangga? Jika belum, Venya ingin belajar kepadanya.