Malam itu Venya cukup punya waktu untuk sekedar mengobrol dengan orang yang ada di vila. Dia sudah menyelesaikan tulisannya siang tadi sampai sore maka daribitu, ia sudah ada waktu malam hari. Mungkin, lebih malam dari malam, Venya akan mengetikkan bab baru untuk di upload besok. Atau sekarang. Entah, bagaimana nanti saja. Yang jelas, Venya memiliki waktunya di sini. Berkumpul dengan keluarga Ari.
Mereka berkumpul di ruang tengah. Yang mana ada sofa dan di depannya televisi. Menonton film bareng dan sesekali mengobrol bercanda tawa. Hangat sekali rasanya. Venya benar - benar merasa bahwa dirinya sangat di terima di sini. Sangat di perdulikan dan juga sangat di istimewakan.
"Makan lagi, lo, Ven." Kata tante Fany menyerahkan kotak yang ada di tangannya ke Venya, "nanti cair tau rasa lo g