"Ari?" Panggil Venya di luar pintu.
Venya mengetuk kamar Ari di vila itu. Sebenarnya, dia tidak ingin melakukannya. Karena Venya tidak pernah naik ke lantai dua vila ini. Hanya saja, sekarang keadannya mendesak. Dia tidak bisa menundanya lagi. Setelah membereskan pakaiannya, dia ingin meminta Ari mengantarnya pulang. Entah itu ke kosan atau ke rumah sakit yang di maksud oleh Gemma saat di pesan teks tadi. Venya sedikit mengkhawatirkan Gemma. Jadi, dia ingin menemuinya. Setidaknya, melihatnya. Separah apa ia sakit dan bagaimana keadannya sekarang.
"Kenapa, Ven?" Tanya Ari begitu keluar dari kamarnya.
"Lo bisa anterin gue balik sekarang ga?" Tanya Venya pelan.
Tentu saja bahwa pertanyaan itu membuat Ari cukup terkejut, dimana Venya mendadak minta pulang seperti ini adalah hal yang me