Satu suara dengan kalimat yang bahkan tidak Venya sangka keluar dari mulutvorang di belakang Venya. Dia bahkan tidak mampu hanya untuk sekedar melirik atau bahkan menatap dnegan ujung mata. Venya hanya terfokus pada Gemma yang ada di ranjangnya dan juga selang infus yang masih terpasang.
Grmma terlihat sehat sekarang walaupun kepalanya di balut kain kasa kemudian tangannya penuh dengan luka gores. Lalu Gemma juga tidak lama menatap Venya dan sekarang menatap orang di belakang venya.
"Kenapa?" Tanyanya.
Pertanyaan itu semakin membuat Venya sakit. Dia bahkan menanyakan kenapa orang di belakang Venya pertanyaan yang seharusnya Venya yang bertanya.
Venya tersenyum miring, "lo tanya kenapa dia ngabarin gue, Gem?" Tanya Venya kemudian dia selingi dengan decihan acuh tak acuh, "bukannya se