Venya tertawa ketika mendengar tawaran dari Ari. Dia bisa dengan mudahnya menawarkan mobilnya dan juga jasa mengajar stir. Bahkan Venya tidak bisa membayangkan jika ia diajarkan menyetir oleh Ari yang bahkan di dunia yang cukp serius ini dia bisa saja bercanda apalagi saat mengajarkan Venya menyetir yang notabenenya sangat penting dan cukup berbahaya. Mungkin Venya akan menjadi candaannya nanti.
"Loh kenapa? Kenapa ketawa gitu sih?" Tanya Ari melihat Venya yang tertawa membuatnya sedikit kebingungan. Padahal dia sangat serius dengan apa yang sedang dibocarakan olehnya dengan Venya saat ini.
Ari menatap Venya yang sedang tertawa. Dia berhenti di lampu merah yang ada.
"Lo serius mau ngajaran gue mobil?" Tanya Venya, "ga bakal bercandain gue 'kan?" tanya Venya lagi.
Ari menepuk dahiny